4 Kebiasaan Ini Bisa Memicu Kerusakan Pada Hati!

0
350

4-Kebiasaan-Ini-Bisa-Memicu-Kerusakan-Pada-Hati!

Kabarmaya.co.idSalah satu organ dalam tubuh yang paling besar kedua adalah hati. Sebagai salah satu organ yang paling besar dalam tubuh, hati juga memiliki fungsi yang sangat penting diantaranya untuk melawan infeksi, membuang racun, pembekuan darah, serta memproduksi empedu untuk memecah lemak dan metabolisme kolesterol, gula, dan besi.

Hati juga merupakan salah satu organ yang cukup unik, yaitu meregenegerasi bagiannya sendiri. Sehingga kerusakan kecil pada hati tidak akan berdampak buruk pada penderitanya. Namun tetap saja Anda harus menjaga kesehatan hati dari kebiasaan berikut yang dapat memicu kerusakan hati yang lebih buruk.

  1. Alkohol

Jenis minuman berbahaya yang satu ini tentu menjadi salah satu racun bagi tubuh yang masih sering dikonsumsi oleh banyak kalangan. Mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu yang panjang akan membuat fungsi hati menjadi terganggum, sebab untuk memecahkan alkohol saja sebagian dari sel hati akan menjadi rusak bahkan mati.

  1. Rokok

Selain berdampak buruk pada beberapa organ lain merokok rupanya juga memiliki dampak buruk pada hati. Beberapa masalah pada hati yang disebabkan oleh aktivitas ini adalah imunologi, keganasan dan tentunya menjadi racun bagi hati. Dampak buruk lainnya bahkan akan menyebabkan peradangan pada hati bahkan kematian.

  1. Makanan dan minuman

Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan menyebabkan penyakit metabolik hingga berdampak pada kerusakan hati. Sedangkan makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung garam bisa menyebabkan penumpukan cairan dan pembekuan hati.

  1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat jika dikonsumsi secara berkepanjangan akan berpengaruh terhadap kesehatan hati dan menyebabkan peradangan sementara pada metabolisme obat. Beberapa jenis obat yang dapat mempercepat kerusakan hati adalah asetaminofen (obat demam), statin dan niasin (obat kolesterol), nitrofurantoin tetrasiklin dan isoniazid (anto biotik), dan metotrakst (anti kanker).