Home Info Kesehatan Ini Sebab Meningkatnya Risiko Mandul Pada Wanita!

Ini Sebab Meningkatnya Risiko Mandul Pada Wanita!

1385
0

Ini-Macam-Macam-Nutrisi-Anak-Yang-Perlu-Diketahui-Oleh-Ibu

Kabarmaya.com – Keadaan tidak bisa mempunyai keturunan atau yang lebih sering disebut dengan kata mandul akan menimbulkan depresi dan stres kepada penderitanya. Namun apa jadinya jika tingkat kesuburan khususnya pada wanita terjadi justru karena ulahnya sendiri?!

Perilaku hidup tidak sehat menjadi hal utama penyebab ketidaksuburan pada wanita. Pola hidup yang buruk akan menimbulkan penyakit memeatikan seperti kanker atau kardiovaskular, yang seterusnya akan menganggu kesuburan di masa-masa produktif.

Pada Senin (25/5) Timesofindia menuliskan bahwa ada sebuh riset yang meneliti tentang gaya hidup manusia. Penelitian ini dilakukan oleh ahli kesuburan Kshitiz Murdia of the Indira Infertility Clinic and Test Tube Baby Centre.

Ada beberapa penyakit ganas yang menyebabkan seorang wanita mengalami gangguan kesuburan, yaitu adenomiosis, endometriosis, dan sindrom ovarium polikistik (PCOM). Ini menjadi perhatian seiring meningkatnya jumlah penderita penyakit tersebut.

Adenomiosis merupakan suatu penyakit pada wanita yang ditandai dengan migrasi lapisan dalam rahim ke dalam otot rahim yang menurunkan endometrium, sehingga wanita yang menderita penyakit tersebut akan sering keguguran. Sedangkan Endometriosis adalah lapisan jaringan dalam rahim tumbuh di luar rahim. PCOS juga penyakit serupa yang menyebabkan pembesaran ovarium.

“Ada bukti kuat bahwa faktor-faktor seperti usia, berat badan dan merokok memiliki dampak buruk pada kesehatan umum dan kemampuan reproduksi seorang wanita,” tulis penelitian tersebut.

Untuk gejala-gejalanya sendiri perlu diketahui oleh para wanita. Biasanya siklus menstruasi tidak lancar setiap bulan, atau lebih parahnya mengalami perdarahan berlebihan yang menimbulkan rasa sakit.

“Hal yang paling penting untuk menghindari semua ini wanita harus menjauhi semua faktor risiko yang berbahaya bagi kondisi tubuhnya,” simpul peneliti.

Loading...