Home Informasi Travel Wisata Kuliner: Aneka Macam Mie Nusantara di Jakarta Food & Fashion Festival...

Wisata Kuliner: Aneka Macam Mie Nusantara di Jakarta Food & Fashion Festival 2016

782
0
Mie kuah Aceh
Mie kuah Aceh

Kabarmaya.co.id – Ada begitu banyak ragam sajian mei di Indonesia yang menggugah selera. Yang menyenangkan, sebagian di antaranya bisa dicicipi tanpa perlu melanglang jauh, cukup menjejakkan kaki di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

Tepatnya, di acara Jakarta Food & Fashion Festival 2016 di mana dibangun Kampoeng Tempoe Doeloe. Di kampung bernuansa merah kuning khas Pecinan ini disajikan sedikitnya delapan masakan mi dari Aceh sampai Sulawesi di sejumlah gerai.

Mie koclok khas Bandung dimasak dengan cara dikocok menggunakan saringan saat direbus. Setelah lunak, mie dituang ke mangkuk, dipadu toge, seledri, kikil sapi atau ceker pedas, juga kuah kaldu sumsum tulang kaki sapi sarat rempah-rempah.

Lain lagi mie khas Jawa Tengah. Menurut salah seorang penjualnya, Wahyu Hartono, mie jawa terbagi dua macam. Ada yang berkuah putih seperti mie asal Yogyakata alias bakmi Jogja, atau berkuah kecokelatan yang ditambah kecap seperti mie asal Semarang.

“Mie jawa ini cenderung kental karena pakai kemiri sehingga lebih pekat. Bakmi godok Jawa bedanya pakai kecap, dan masaknya pakai areng. Isinya sayuran seperti sawi, kol, daun bawang, kemudian ayam dan telor,” tutur Wahyu.

Penggunaan kompor arang, yang menjadi ciri kreasi mie asal Jawa, membuat masakan lebih beraroma. Biasanya digunakan arang dari kayu atau tempurung kelapa. Kompor arang mematangkan masakan secara perlahan, berbeda dengan kompor gas.

“Tradisi atau kebiasaan di Jawa banyak yang memakan bakmi dengan nasi, tanpa nasi rasanya tidak puas atau ‘enggak lego,’ sehingga muncul lah menu ini,” ungkap Wahyu.

Yang juga jadi incaran, yaitu mi aceh sarat rempah-rempah dan sedikit pedas. Menurut seorang koki mie Aceh di salah satu gerai Jakarta Food & Fashion Festival, mie khas Aceh ini kerap disajikan dengan tiga variasi, yaitu kuah, goreng, atau tumis, dan dipadukan dengan acar bawang merah serta kerupuk emping.

“Mie aceh itu terkenal pedasnya, jadi kalau orang pesan ‘sedang’ pada penjual mie Aceh, sebenarnya itu tingkatan yang dipesan adalah level pedas pada umumnya,” ujar sang koki.

Tak kalah lezat, mie cakalang dari Manado, Sulawesi Utara. Disebut demikian karena mi bukan dipadu potongan daging sapi atau ayam sebagaimana lazim di Jawa, melainkan ikan cakalang atau tongkol besar (Katsuwonus pelamis).

Baca juga:

Kuliner Nusantara: Pempek Jadi Makanan Indonesia yang Berjaya di Qatar

Wisata Kuliner Unik Manado, Pisang Goreng Sambal Roa

 

Loading...