Mobile Site

Uji Nyali! Berani Santap Makanan Ekstrem Gunungkidul Ini?

Wisata 4.7K View

Uji-Nyali!-Berani-Santap-Makanan-Ekstrem-Gunungkidul-Ini

Kelelawar bacem (sumber gambar: travel.tribunnews.com)

Kabarmaya.co.id – Gunungkidul, Yogyakarta, selain menyimpan keindahan alam yang menakjubkan ternyata juga memiliki kuliner ekstrem yang wajib dicoba saat Anda berkunjung. Beberapa kuliner ekstrem yang bisa Anda cicipi yaitu belalang goreng, ulat, kepompong hingga kelelawar yang orang Jawa sering menyebutkan sebagai codot.

Codot yang memiliki bahasa latin Cypnoterus titthaecheilus ini bisa Anda temukan di desa Giriharjo, Kecamatan Panggang. Terdapat sebuah warung yang menjajakan makanan ekstrem ini sejak puluhan tahun lalu. Bahkan pemegang warung atau pengelolanya kini sudah generasi yang ketiga. Generasi ketiga yang menjual codot tersebut bernama Sukarwati (50).

“Dulu simbah buyut yang jualan ini, lalu ibu saya, dan sekarang saya. Jadi sudah tiga generasi, mbahku tidak menjual langsung ke ibu saya,” kata Sukarwati.

Menurut pengakuannya, peminat olahan kelelawar ini sebenarnya tak begitu banyak. Namun karena merupakan kuliner turun temurun, maka ia pertahankan masakan dan resep dari mbah buyutnya tersebut. Orang yang datang membeli kelelawar bacem buatannya biasanya hanya krena rasa penasaran. Namun ada juga yang datang untuk membelinya sebagai obat karena menderita penyakit asma, kencing manis, asam urat hingga yang ingin menyembuhkan luka.

Wati memasak hewan nokturnal ini dengan cara dibacem, sehingga rasa yang dihasilkan cenderung manis dan tekstur dagingnya sedikit alot namun tulangnya renyah. Satu porsi kelelawar bacem masakannya dihargai Rp 7000 per ekor. Codot yang diolahnya tersebut berasal dari warga yang mencari di gua yang ada di sekitar kecamatan Panggang.

“Tidak tentu jumlahnya seminggu sekitar 100 ekor terjual. Tergantung dapat setoran kelelawar mentah atau tidak,” imbuh Sukarwati.

Pelanggan kelelawar bacemnya ternyata tak hanya berasal dari warga lokal Gunungkidul saja. Beberapa yang pernah mampir berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sebagaian pembeli bahkan ada yang minta dikirim ke alamat pemesan.

“Tidak banyak yang datang ke sini, sebagian pelanggan telepon, lalu anak saya yang mengantarkan. Nanti ketemu di Imogiri (Kabupaten Bantul), atau lokasi yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Beberapa pembeli mengaku menyukai tekstur kelelawar bacem ini. Katanya, kuliner ini terasa enak di lidah mirip burung puyuh dan lebih sehat.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id