Mobile Site

Cerdas Memilih Makanan Korea yang Halal

Wisata 167 View

Cerdas-Memilih-Makanan-Korea-yang-Halal

(sumber gambar: detikFood)

Kabarmaya.co.id – Korea Selatan menjadi salah satu destinasi wisata favorit untuk para p[elancong dunia tahun ini. Bukan hanya dari Asia saja, Korea Selatan juga kerap didatangi para wisatawan dari benua Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Hal yang menjadi daya tarik wisatawan untuk melancong ke Negeri Ginseng ini adalah wisatanya yang anti mainstream dan kulinernya yang beraneka ragam. Banyak kuliner yang disediakan di tempat wisata dengan berbeda bentuk dan rasa. Namun perlu diwaspadai bagi umat muslim yang melancong ke Negara Raja Sejeong tersebut, karena beberapa diantaranya makanan tidak dapat dimakan oleh muslim.

Dengan kata lain, umat muslim hanya memakan makanan yang halal. Makanan halal adalah makanan yang diperbolehkan menurut syariat kepercayaan. Di Korea Selatan sendiri sudah banyak makanan halal yang dijual, untuk lebih meyakinkan biasanya toko atau warung memasang label halal khsusu untk turis yang hanya memakan makanan halal. Makanan halal sendiri banyak diburu oleh para pelancong Indonesia yang menetap ataupun hanya berwisata di Korea Selatan.

Ada kalanya jika ingin berlibur atau tingal di Korea Selatan dalam waktu yang cukup lama, pelajarilah beberapa kata atau jenis makanan yang umum. Ketahuilah jenis-jenis bahan makanan di dalamnya agar tidak salah pilih dengan makanan yang haram dimakan bagi umat muslim. Berikut adalah tips memilih makanan Korea yang halal dimakan untuk muslim:

Yang pertama adalah dengan melihat label halalnya. Makanan yang dijual dengan label halal setidaknya meyakinkan pembeli muslim karena sudah mendapatkan sertifikasi dari pabriknya. Kode halal pada makanan biasanya tertulis KMF (Korean Muslim Federation). Atau bisa juga dengan mencari tulisan ‘dwaejigoji’ yang berarti adalah daging babi. Jangan langsuing percaya gambar yang ada dalam gambar bungkus snack, biasanya gambar bawang daging babi mirip dengan gambar bawang bombay, maka dari itu carilah tulisan ‘dwaejigoji’ untuk meyakinkan.

Yang kedua yang perlu diperhatikan adalah kaldu dalam mie. Biasanya ie khas Korea Selatan disajikan dengan kaldu yang diperoleh dari rebusan tulang atau daging babi. Namun ada pula yang menggunakan rebusan daging sapi ataupun bubuk kaldu sapi. Namun jika tidak yakin sumber bumbu yang digunakan disembelih dengan cara yang halal, maka hindari kuah kaldu dalam mie.

Yang ketiga dengan memberhatikan kandunagn lemak yang ada dalam makanan (lechitin). Ini perlu menjadi perhatian karena seringkali tidak jelas penggunaan lechitin dan emulsifier dari hewani atau nabati. Jikalau terbuat dari hewani seharusnya dijabarkan halal dan tidaknya bahan yang digunakan.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id