Mobile Site

Waspada Penyebab Sakit Perut Pada Si Kecil

Kesehatan 202 View

Waspada-Penyebab-Sakit-Perut-Pada-Si-Kecil

Kabarmaya.co.id – Sakit perut umum terjadi pada anak keil maupun dewasa. Sakit perut pada orang dewasa sedikit berbeda dengan sakit perut yang dialami oleh balita. Umunya penyakit perut tidak berbahaya, atau bisa hanya dirawat di rumah saja tanpa dibawa ke ahli media tauapun dokter spesialis.

Anak-anak rawan sekali bermasalah dengan perut, perut biasanya terasa nyeri pada anak-anak usia di abwah 11 tahun. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan gangguan pada buang air besar. Meski tidak perlu penanganan dokter, namun nyeri perut sangat menganggu kenyamanan beraktivitas. Penyabab nyeri perut atau sakit perut pada anak-anak erat kaitannya dengan luka atau infeksi saluran kemih. Sembelit juga bisa menyebabkan nyeri pada perut anak. Namun perlu diwaspadai karena nyeri perut yang akut bisa berarti radang usus buntu, keracunan timbal, atau masalah pencenaan lainnya.

Bayi berumur di bawah 1 tahun bisanya memiliki masalah lambung, sembelit, infeksi saluran kencing, atau kolik. Anak usia di bawah 5 tahun juga rawan terkena masalah lambung, sembelit, dan infeksi saluran kencing. Berbeda pada usia anak di bawah 11 tahun, selain masalah lambung, sembelit, dan infeksi saluran kencing, mereka juga rawan terkena usus buntu dan pneumonia. Semakin bertambah usia, kemungkinan perut nyeri lebih besar. Anak di bawah usia 18 tahun seringkali terkena penyakit lambung, sembelit, sindrom pre-menstruasi, usus buntu, atau peradangan pada pencernaan.

Sakit perut muncul karena adanya gas yang berasal dari bakteri pada usus, masuk angin, gangguan pencernaan karena salah makan, ataupun gangguan pencernaan dari makanan ibu yang masuk pada ASI. Sebelum mengobati sakit perut pada anak, lebih dulu ketahuilah gejala yang terjadi. Biasanya anak akan menjadi sangat rewel atau mudah marah. Mereka juga akan menjadi susah tidur, diare, mual atau muntah, dan raut wajahnya menunjukkan rasa sakit.

Untuk bayi di bawah 3 bulan rawan terkena kolik. Gejala bayi yang terkena kolik biasanya mereka akan menangis lebih sering pada malam dan siang hari. Bukan menangis biasa, bayi cenderung mengangkat kakinya kea rah dada ketika menangis. Selain itu, bayi akan lebih sering buang angin. Menangis merupakan komunikasi bayi karena memang belum bisa berbicara secara langsung.

Pada anak yang sudah bisa berkomunikasi, orang tua wajib menanyakan bagaimana rasanya sakit perut yang sedang dialami sang anak. Gejala yang serius bisa jadi awal dari penyakit yang serius. Beberapa tanda sakit perut yang serius diantaranya adalah anak kehilangan kesadaran, muntah darah, kotoran anak berwarna merah, sakit perut yang parah, nyeri perut terpusat pada satu titik, dan gejala infeksi saluran kemih seperti kencing lebih sering dan berdarah.

Untuk mengatasi nyeri perut yang ringan orang tua dapat membuat bayi nyaman dengan selimut, bisa juga digendong, atau menyarankan anak untuk istirahat. Memberikan cairan seperti air putih, teh, atau jus buah kepada anak serta mengurangi porsi makanan yang masuk ke mulut. Berikanlah makanan ringan seperti roti dan biskuit serta hindari makanan yang mengandung kafein dan soda. Yang terpenting, jangan berikan obat sembarangan tanpa resep dokter.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id