Mobile Site

Cara Mengenali Tanda-Tanda Gagal Ginjal

Kesehatan 5K View

Cara-Mengenali-Tanda-Tanda-Gagal-Ginjal

Kabarmaya.co.idGagal ginjal merupakan penyakit yang tergolong kronis. Keadaan kronis ginjal sangat berbahaya karena fungsi ginjal kian menurut dari waktu ke waktu. Ginjal yang sejatinya mempunyai fungsi menyaring racun metabolisme tubuh dan dikeluarkan dalam bentuk urine akan terganggu kinejanya jika sudah rusak atau yang lebih dikenal dengan sebutan gagal ginjal.

Penyakit ginjal yang kronis akan menyebabkan berlebihnya cairan dalam tubuh, baik cairan limbah racun maupun elektrilit. Penyebab terjadinya gagal ginjal juga bermacam-macam, termasuk juga gaya hidup yang buruk. Terjangkit gagal ginjal bisa menyebabkan penyakit serius lainnya seperti jantung dan stroke atau yang kemudian disebut sebagai komplikasi penyakit.

Maka dari itu sebelum terlambat, kenal tanda-tanda gagal ginjal sedini ungkin untuk segera mengobati sebelu parah. Pengobatan dini akan memperlambat pertumbuhan penyakit atau mengurangi terjadinya risiko komplikasi seperti penyakit stroke dan jantung yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Terlebih dahulu kenalilah fungsi ginjal dengan baik. Ginjal menyaring darah dan jumlah protein dalam urine. Peningkatan protein dalam urine akan menyebabkan peningkatan risiko penyakit gagal ginjal. Filtrasi Glomerulus (eGFR) merupakan pemeriksa darah yang hanya dimiliki oleh ginjal, ukuran normal eGFR adalah 90ml/menit/1,73 m2 atau lebih. Jika eGFR tidak menyaring dengan normal maka akan terjadi gangguan fungsi ginjal.

Pemeriksaan eGFR menggunakan pemeriksaan darah dengan mengukur zat kimia yang disebut kreatinin. Kreatinin adalah hasil dari pemecahan otot. Umumnya ginjal akan membersihkan darah dari kreatinin. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik dan glomerulus tidak menyaring darah sebanyak normal maka tingkat kreatinin dalam darah akan meningkat.

Gagal ginjal ringan hingga menajdi kronis ada beberapa tahapan. Umumnya dari stadium 1 hingga stadium 3 belum menunjukkan tanda-tanda yang signifikan pada tubuh. Gejala baisanya diketahui secara kasat mata saat gagal ginjal mulai menuju kronis, seperti merasa lelah, kurang memiliki energi, dan badan terasa tidak nyaman. Ginjal yang semakin sakit akan menyebabkan tanda-tanda lainnya seerti sulit berpikir, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, kulit gatal dan kering, kram otot, bengkak pada pergelangan kaki karena kelebihan cairan, mata bengkak, buang air kecil lebih sering dari pada biasanya, kuli pucat, dan anemia.

Jika sudah di fase stadium 4 atau 5, ini akan menyebabkan terjadinya anemia, ketidakseimbangan kalsium, fosfat, dan zat kimia lainnya di dalam darah. Berkurangnya zat penting dalam darah memungkinkan untuk terjadinya pengeroposan tulang karena menurunnya kadar fosfat.

Berikut adalah tahapan gagal ginjal:

  • Stadium 1
    eGFR menunjukkan fungsi ginjal normal namun telah diketahui memiliki beberapa kerusakan atau penyakit ginjal seperti terdapat protein atau darah dalam urin, kelainan ginjal, radang ginjal, dll. Nilai eGFR lebih dari 90ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 2
    Terjadinya penurunan fungsi ginjal dan sudah diketahui memiliki beberapa kerusakan ginjal atau penyakit. Nilai eGFR adalah 60-89 tanpa terjadi kerusakan ginjal atau penyakit yang berhubungan dengan gagal ginjal kronis.
  • Stadium 3
    Terjadi penurunan fungsi ginjal dengan atau tanpa penyakit ginjal. Misalnya, pada orang lanjut usia dengan ginjal tua mengalami penurunan fungsi ginjal tanpa penyakit ginjal yang diketahui. Nilai eGFR pada stadium ini adalah 45-59ml/menit/1,73 m2(3A) dan 30-44ml/menit/1,73 m2(3B).
  • Stadium 4
    Terjadi penurunan fungsi ginjal secara parah dengan atau tanpa penyakit ginjal. Nilai eGFR pada stadium ini adalah 15-29ml/menit/1,73 m2.
  • Stadium 5
    Terjadi keparahan penurunan fungsi ginjal yang umumnya disebut dengan gagal ginjal. Nilai eGFR pada stadium ini kurang dari 15ml/menit/1,73 m2

Penyebab gagal ginjal bisa dipicu oleh penyakit diabetes tipe 1 dan 2 terlebih dahulu, hipertensi, radang pada bagian ginjal, gangguan saluran kemih, pembesaran postat, beberapa jenis kanker, ataupun infeksi ginjal akibat kembalinya urine ke dalam ginjal. Adapun pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dan obesitas juga akan meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.

Untuk mencegah terjadinya gagal ginjal sejak dini, pintar-pintarlah untuk membuat tubuh nyaman dengan pola hidup sehat. Konsumsilah obat sesuai dengan yang dianjurkan dokter atau apoteker. Pengkonsumsian obat yang tidak dengan aturan akan menyebabkan kerusakan ginjal. Kemudian, mengontrol berat badan juga penting untuk menghindari penyakit gagal ginjal. Konsultasikan ke dokter terleih dahulu untuk mendapatkan pola diet sehat.

Untuk yang merokok, ingatlah keehatan mahal harganya dan mulai berhentilah merokok. Selain merugikan untuk diri sendiri, merokok juga merugikan orang lain karena asapnya yang mengandung banyak racun. Yang terakhir dengan melakukan cek tubuh secara rutin dan berkonsultasi ke dokter jika ada masalah dengan organ dalam termasuk ginjal.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id