Mobile Site

Daftar Wisata Kerajaan Di Kota Seoul

Wisata 9 View

Daftar-Wisata-Kerajaan-Di-Kota-Seoul

Geongbokgung (sumber gambar: lonelyplanet.com)

Kabarmaya.co.id – Kota Seoul, Korea Selatan menyimpan banyak tempat unik dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Tak hanya tempat-tempat modern, beberapa istana Kerajaan Korea peninggalan jaman dahulu juga masih tertata apik di kota tersebut. Istana yang dalam bahasa Korea disebut dengan ‘gung‘ ini juga sering digunakan sebagai tempat syuting drama-drama kolosal Korea. Istana kerajaan apa saja yang ada di kota Seoul tersebut? Berikut 5 daftarnya!

  1. Gyeongbokgung

Salah satu istana kerajaan dari Dinasti Joseon yang masih ada hingga kini yaitu Gyeongbokgung atau Istana Gyeongbok. Istana ini terletak di Seoul Utara, Korea Selatan. Gyeongbokgung merupakan istana utama dan yang paling luas dari lima grand palace yang dibangun pada masa Dinasti Joseon (Dinasti Chosun). Lima grand palace tersebut berada di kota Seoul. Istana yang pertama kali dibangun pada tahun 1394 ini sebenarnya merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari 330 bangunan dengan total ruang sebanyak 5.792. Akan tetapi pada tahun 1910-1945 atau pada masa kependudukan Jepang, banyak bangunan yang dihancurkan. Namun pada tahun 1989, bangunan yang telah hancur tersebut mulai dibangun kembali oleh pemerintah Korea.

Para wisatawan saat ini bisa melihat beberapa bangunan di kompleks Gyeongbokgung yang memang terbilang luas tersebut. Istana ini sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya yaitu paviliun, area tempat tinggal, kuil area resmi kerajaan, dan masih ada beberapa lagi. Selain itu, ada pula pulau kecil buatan di tengah danau Hyangwonji. Di atasnya ada sebuah pavilliun kecil yang dberi nama Hyongwonjeong. Pulau tersebut terhubung dengan area istana melalui sebuah  jembatan yang disebut dengan Chwihyonggyo. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke kompleks istana ini, wajib mengunjungi sudut paling indah di Istana Gyeongbok ini. Disini pengunjungakan disajikan perpaduan pemandangan antara bangunan paviliun kuno, jembatan, danau, pepohonan serta puncak gunung seperti yang ada di lukisan-lukisan khas Korea.

Gyeongbokgung juga dijadikan Nasional Folk Museum (Museum Rakyat Nasional) dan National Palace Museum of Korea (Museum Istana Nasional Korea) dimana pengunjung yang datang bisa melihat dan diperkenalkan dengan arsitektur, interior, adat istiadat, serta benda-benda peninggalan warisan dari Dinasti Joseon. Di istana ini setiap harinya ada pertunjukan peragaan ulang dari ritual tradisi dan kegiatan-kegiatan yang terjadi di kehidupan jaman Dinasti Joseon. Pengunjung bisa melihat dari dekat kegiatan-kegiatan tersebut. Tentu ini akan sangat menarik, terlebih bagi para pecinta drama kolosan Korea. Setiap jam dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00 pengunjung juga bisa melihat upacara pergantian penjaga istana lengkap dengan kostum tradisionalnya.

Gyeongbokgung buka setiap hari kecuali hari Selasa mulai pukul 09.00 hingga 18.00 KST (bulan Maret-Oktober) dan pukul 09.00 hingga 17.00 KST (bulan November-Februari). Pengunjung juga bisa menikmati tur lengkap dengan pemandu gratis berbahasa Inggris pada jam 11.00, 13.30 dan juga 15.30 KST. Harga tiket masuk ke Gyeongbokgung yaitu 3000 Won untuk orang dewasa. Sedangkan anak-anak usia 7 hingga usia 18 tahun dikenakan tiket setengah harga tiket dewasa.

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi istana ini bisa menempuhnya dengan menggunakan kereta api bawah tanah atau (Seoul Subway). Naik subway line/ jalur 3 kemudian turun di stasiun Gyeongbokgung, keluar exit 5, lalu jalan 5 menit menuju ke istana. Pilihan kedua bisa naik subway jalur 2 kemudian turun di stasiun Ganghwamun, exit pintu 2, lalu tinggal jalan sekitar 5 menit menuju istana.

  1. Changdeokgung

Setelah Gyeongbokgung merupakan istana kedua yang dibangun pada jaman Dinasti Joseon yaitu Istana Changdeok. Istana yang terletak di area taman luas di Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan ini dibangun pada tahun 1935. Istana ini terletak di sebelah timur istana utama Gyeongbokgung sehingga banyak orang yang menyebutnya sebagai ‘East Palace‘ atau Istana Timur. Layaknya 4 istana lain, selama kependudukan Jepang, banyak bagian dari Istana Changdeok yang rusak dan hanya menyisakan sekitar 30% bagian saja.

Istana ini dibangun di antara puncak Maebong dari Gunung Bugaksan di bagian belakang dan aliran anak sungai Geumcheon di bagian depannya. Tata ruang dari Changdeokgung terlihat sedikit berbeda dengan istana utama, sebab bangunan-bangunan dari istana ini terkesan tersebar tak beraturan. Namun hal ini memang disengaja karena Changdeokgung memang dibangun mengikuti kontur serta topografi alam di mana istana ini dibangun. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Changdeokgung ditetapkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997 lalu. Perlu diketahui juga jika hanya Changdeokgung yang mendapat predikat tersebut, sedangkan 4 istana lain tidak.

Di bagian depan istana terdapat area pemerintahan, sedangkan bagian belakang merupakan area pribadi keluarga kerajaan. Di dalam kompleks Istana Changdeok juga terdapat sebuah taman belakang istana yang sangat indah dengan luas sekitar 32 hektar. Taman ini memiliki sebuatan berupa Huwon. Di tempat ini Raja biasanya mengadakan upacara-upacara kerajaan. Taman ini terdiri dari beberapa bagian, diantaranya kolan teratai beberapa paviliun, halaman rumput , bunga dan banyak pepohonan.

Di taman tersebut, terdapat lebih dari 26.000 pohon yang terdiri dari 100 spesies yang berbeda. Uniknya, beberapa diantara pohon tersebut sudah berusia lebih dari 300 tahun. Taman ini juga menyimpan bagian menarik lain yaitu Ongnyucheon, saluran air yang berbentuk huruf U dengan air terjun kecil lengkap dengan puisi yang teruir di atas batu besar. Sementara itu, ada area taman yang digunakan khusus raja, disebut dengan geumwon atau ‘Forbidden Garden‘. Saat ini, banyak orang menyebutnya dengan sebutan Biwon atau ‘Secret Garden’.

Sebagai informasi tambahan, beberapa bagian dari istana ini ternyata menjadi lokasi syuting dari drama korea Dae Jang Geum. Jadi bagi para penggemar drama ini, wajib hukumnya untuk memasukkan Changdeokgung ke list tempat liburan ke Korea. Pada bulan April hingga Oktober, Changdeokgung buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 KST. Sedangkan pada bulan November hingga Maret, istana ini buka pada pukul 09.00 hingga 16.30 KST. Pada bulan Desember hingga Pebruari Changdeokgung akan buka pada pukul 09.00 hingga 16.00 KST. Changdeokgung buka untuk umum setiap hari kecuali pada hari Senin.

Pengunjung yang ingin menikmati fasilitas tur gratis berbahasa inggris bisa berkunjung pada pukul 11.30 dan 14.30 KST. Untuk harga tiket, Istana Changdeok mematoknya seharga 3000 Won untuk orang dewasa dan setengah harga untuk pengunjung berusia 7-18 tahun. Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Changdeokgung, bisa naik subway jalur 3 kemudian turun di stasiun Anguk lalu keluar pintu 3. Setelahnya, tinggal jalan kaki sekitar 5 menit menuju istana.

  1. Changgyeonggung

Changgyeonggung merupakan kompleks istana ketiga yang dibangun pada jaman Dinasti Joseon. Istana yang dibangun pada tahun 1483 ini dibangun dekat dengan Istana Changdeok. Dibandingkan dengan istana-istana lainnya, Changgyeonggung memiliki luas areal yang lebih kecil. Sekitar 70% dari area istana terdiri dari runag hijau terbuka, kolam, dan pepohonan. Istana ini juga terdiri dari beberapa bangunan yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bangunan tersebut terdiri dari pavilliun, sejumlah aula, pintu gerbang dan juga jembatan.

Istana ini sangat direkomendasikan sebagai tempat rekreasi yang tenang bagi para wisatawan asing atau warga Seoul untuk sejenak melepas rasa penat dari segala kesibukan serta keramaian kota. Changgyeonggung buka mulai pukul 09.00 hingga 18.30 KST pada bulan April hingga Oktober. Pada bulan November hingga Maret, jam buka dimulai pada pukul 09.00 hingga 17.30 KST. Sedangkan pada bulan Desember hingga Pebruari, Changgyeonggung buka pada pukul 09.00 hingga 17.00 KST. Istana ini buka setiap hari kecuali pada hari Senin. Harga tiketnya terbilang murah, yaitu hanya 1000 Won untuk orang dewasa dan 500 Won untuk anak-anak. Untuk bisa sampai di istana ini, bisa naik subway jalur 3 kemudian turun di stasiun Jongno 3-ga atau naik subway jalur 4 kemudian turun di stasiun Hyehwa kemudian keluar pintu 4.

  1. Deoksugung

Deoksugung atau Istana Deoksu merupakan istana ke-4 dari 5 istana peninggalan Dinasti Joseon. Changgyeonggung dulunya merupakan kediaman Pangeran Wolsan, kakak dari Raja Seongjong. Kemudian setelah istana lain dibakar pada tahun 1592 selama invansi Jepang dalam perang 7 tahun, istana ini kemudian dijadikan istana kerajaan. Setelah istana resmi dipindahkan ke Changdeokgung setelah dibangun kembali pada tahun 1618, Istana Deoksu kemudian dijadikan sebagai istana pelengkap dengan sebutan Seogung atau ‘West Palace’.

Saat ini, Istana Deoksu terdiri dari beberapa bangunan dengan konstruksi yang variatif, termasuk masuknya bahan kayu dan juga semen. Beberapa bangunan yang ada bahkan dibangun dengan gaya barat. Selain bangunan istana tradisional, istana ini juga memiliki Museum Seni Nasional dan taman berhutan yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Istana Deoksu buka setiap hari kecuali hari pada hari Senin, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 KST. Pada hari Selasa hingga Jumat pukul 10.30 KST, pengelola menyediakan tur berpemandu gratis dalam bahasa Inggris. Tiket masuk ke Istana Deoksu seharga 1000 Won untuk orang dewasa. Bagi yang ingin berkunjung ke istana ini bisa naik subway jalur 1 atau 2 kemudian turun di City Hall Station, setelah itu keluar pintu 3.

  1. Gyeonghuigung

Gyeonghuigung merupakan istana peninggalan Dinasti Joseon yang terletak di Seoul bagian Barat. Dulunya, istana ini berfungsi sebagai istana sekunder bagi raja yang mana digunakan untuk mengungsi raja bila ada keadaan darurat. Keindahan arsitektur tradisional serta bangunan yang terletak di antara geografi pegunungan yang miring menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Istana ini sebenarnya sudah hancur saat masa penjajahan Jepang, namun pada tahun 1990-an pemerintah Korsel membangunnya kembali. Sayangnya karena pembiaran selama puluhan tahun serta pertumbuhan kota yang begitu pesat, rekonstruksi bangunan istana asli hanya berhasil dilakukan sekitar 33% saja. Saat ini, dalam Istana Gyeonghui juga terdapat Museum Sejarah Seoul dan Museum Seni Seoul.

Gyeonghuigung buka setiap hari kecuali pada hari Senin. Buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00 KST pada hari Selasa hingga Jumat dan pukul 10.00 hingga 18.00 KST pada Sabtu dan Minggu. Asyiknya lagi, Gyeonghuigung tak berbayar alias gratis. Jika tertarik ke istana ini, bisa naik subway jalur 5 kemudian turun di stasiun Seodaemun lalu keluar pintu 4. Setelah itu, tinggal berjalan sekitar 10 menit menuju istana.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id