Mobile Site

5 Alasan Bayi Harus Imunisasi

Kesehatan 13 View

Imunisasi merupakan sebuah kegiatan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar orang yang divaksin kebal terhadap suatu penyakit. Vaksinasi terutama diberikan kepada bayi agar dia membentuk kekebalan terhadap banyak penyakit yang rentan diderita bayi dan anak. Hal ini sangat penting karena kekebalan tubuh ini akan dibawa terus hingga dewasa.

Pemerintah Indonesia mewajibkan lima jenis imunisasi untuk bayi. Kelima imunisasi ini bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas terdekat. Hepatitis B, Polio, BCG, Campak, dan Pentavalen (DPT-HB-HiB) adalah lima jenis imunisasi wajib tersebut. Bayi juga bisa diberikan beberapa vaksinasi tambahan seperti Influenza, Hepatitis A, Varisela, Pneumokokus, dan HPV (Human Papiloma Virus) agar semakin kebal terhadap serangan penyakit-penyakit tersebut.

Maka dari itu, sebagaimana sudah diungkapkan sebelumnya, imunisasi sangat penting dilakukan baik untuk bayi maupun orang dewasa yang belum imunisasi. Berikut ini lima alasan utama bayi harus diimunisasi:

  1. Imunisasi dapat mencegah penyakit berbahaya dan terkadang mematikan

Sebelum vaksin untuk penyakit-penyakit mematikan ini dibuat, penyakit-penyakit tersebut pernah melukai atau membunuh ribuan orang setiap tahunnya. Penyakit ini mungkin sekarang hampir tidak pernah ditemui Moms di masyarakat. Tetapi, kenyataannya, penyakit tersebut masih tetap ada dan bisa sangat berbahaya jika menjangkit anak-anak. Flu, campak, polio, dan pertusis adalah beberapa penyakit yang dapat mewabah sehingga harus dihentikan penyebarannya.

  1. Vaksin aman dan efektif

Vaksin yang dikembangkan dewasa ini adalah yang paling aman. Tentu saja, cerita-cerita palsu di internet tentang anak yang kesakitan setelah divaksin tidak bisa divalidasi kebenarannya. Moms diharapkan mencari informasi berdasarkan bukti agar tidak terlena dengan pemberitaan palsu mengenai vaksin.

Vaksin memang memiliki risiko efek samping. Namun, efek samping yang ada adalah minor seperti kemerahan dan pembengkakan di tempat suntikan. Efek samping yang serius seperti alergi parah dapat terjadi tetapi sangat jarang. Semua efek samping ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan risiko sakit, tidak nyaman, cedera, dan kematian akibat penyakit yang dicegah vaksin tersebut.

  1. Vaksin anak berkontribusi pada kekebalan masyarakat sehingga membantu agar semua orang bebas dari penyakit

Beberapa vaksin tidak diberikan sampai seorang anak berusia dua, enam, atau 12 bulan. Beberapa vaksin bahkan memerlukan beberapa dosis sebelum seorang anak menerima kekebalan optimal. Sebelum sepenuhnya divaksinasi, bayi-bayi ini tetap rentan terhadap penyakit yang dapat sangat berbahaya bagi bayi.

Selain bayi, individu lain juga lebih rentan terhadap bahaya penyakit yang bisa dicegah oleh vaksin. Ini termasuk individu yang secara medis tidak bisa menerima vaksin tertentu, individu yang telah divaksinasi namun tidak menghasilkan respon imun yang cukup dari vaksin, atau bahkan anak-anak dari orang tua yang menolak vaksin.

Ketika sebagian besar masyarakat kebal terhadap penyakit tertentu, ia dapat mengurangi penularan penyakit dan melindungi setiap individu yang tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Untuk membantu menjaga agar semua orang aman, dari yang termuda di antara kita sampai yang tertua, penting bahwa setiap orang yang dapat divaksinasi berkontribusi terhadap kekebalan masyarakat secara keseluruhan. Ini tidak hanya melindungi bayi dalam kehidupan kita, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit ke semua teman dan orang yang kita cintai.

  1. Imunisasi bukan hanya investasi kesehatan yang baik tetapi juga dapat menghemat waktu dan uang

Seorang anak dengan penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin dapat ditolak untuk menghadiri sekolah atau berada di tempat penitipan anak. Anak yang terkena penyakit ini berpotensi pula untuk menjadi cacat. Orang tua pun harus menghabiskan banyak uang untuk merawatnya secara medis. Padahal, program vaksin untuk anak-anak yang diwajibkan pemerintah telah digratiskan.

  1. Imunisasi saat ini dapat meningkatkan kesehatan generasi mendatang

Vaksinasi telah mengurangi dan menghilangkan banyak penyakit yang menewasakan atau membuat oarng cacat berat hanya beberapa generasi yang lalu. Misalnya, vaksinasi cacar telah memberantas penyakit ini di seluruh dunia. Vaksin rubella telah secara dramatis mengurangi risiko ibu hamil akan menularkan virus ini ke janin atau bayi baru lahir, serta cacar lahir terkait dengan virus tersebut. Jika kita terus memvaksinasi generasi penerus sepenuhnya, mungkin di masa depat penyakit ini tidak lagi membahayakan dan dapat diberantas dengan sempurna.

 

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id