Mobile Site

Benarkah? Jawaban Atas 13 Mitos Seputar Kehamilan

Kesehatan 43 View

Masa-masa kehamilan adalah masa yang indah, membahagiakan, dan mengagumkan. Akan tetapi, masa kehamilan juga sering diliputi ketidakjelasan karena banyaknya mitos dan kesalahpahaman. Ratusan mitos turun-temurun ini biasanya diungkapkan oleh kerabat dan teman-teman. Meskipun maksud mereka baik, banyak ibu hamil yang bingung dan khawatir gara-gara ini. Setidaknya, ada 13 mitos paling umum seputar kehamilan yang akan dijelaskan berikut ini.

  1. Ibu hamil tidak boleh naik pesawat terbang

Mitos ini sudah DIBANTAH kebenarannya oleh para pakar aviasi. Sebelumnya, diyakini bahwa mesin x-ray pada pemeriksaan keamanan dan pemindai badan bandara dapat menyebabkan kerusakan pada janin. Namun, radiasi tidak memiliki banyak penetrasi dan sangat minim sehingga tidak menyebabkan janin terpapar radiasi yang fatal. Beberapa maskapai penerbangan memang menolak ibu hamil yang memasuki trimester terakhir untuk naik pesawat. Akan tetapi, penyebabnya adalah risiko melahirkan kapan saja dan mereka harus melakukan pendaratan darurat yang tentunya tidak mudah.

  1. Ibu hamil tidak boleh ke salon

Faktanya RUMIT! Bau yang kuat dari cat rambut dapat membuat Moms lebih mual daripada biasanya. Makanya, para ahli melarang ibu hamil untuk mengecat rambut. Beberapa produk terkenal juga memiliki bahan kimia berbahaya (dibutyl phthalate, toluene, atau formaldehyde) jadi Moms harus memilih merek perawatan pribadi yang aman. Pijat seluruh tubuh juga tidak dianjurkan saat hamil. Jadi, Moms bisa memilih jenis perawatan yang lain.

Meskipun demikian, Moms tetap bisa melakukan perawatan kuku dan kaki. Moms juga harus menghindari menghirup asap sehingga salon harus berventilasi baik. Pastikan salon mensterilkan semua alat mereka sehingga tidak ada kemungkinan infeksi.

  1. Ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan fisik

Faktanya ini SALAH. Seks tidak dapat secara fisik membahayakan bayi. Seorang bayi sepenuhnya dilindungi oleh kantung amnion dan otot-otot rahim yang kuat. Lendir tebal juga menutup leher rahim.

Meskipun demikian, Moms harus tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjangkit penyakit menular seksual seperti HIV dan Herpes. Hal ini seharusnya tidak menjadi masalah jika Moms memiliki hubungan monogami. Untuk informasi selengkapnya, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter.

  1. Ibu hamil harus makan untuk dua orang

Faktanya, mitos ini SALAH. Secara medis, tubuh ibu hamil hanya membutuhkan 300 kalori ekstra per hari. Jadi, secara teknis Moms hanya harus menambah seperlima porsi makan yang biasa Moms konsumsi, bukan dua kali lipat!

  1. Sering berjalan kaki dapat mempercepat persalinan

Jangankan berjalan kaki, TIDAK ada aktivitas yang dapat menyebabkan persalinan datang lebih awal. Berjalan kaki adalah kebiasaan yang baik karena membantu Moms relaks dan memperlancar kelahiran normal. Namun, sering berjalan kaki tidak akan menyebabkan datangnya persalinan.

  1. Terlalu sering mengelus perut kelak menyebabkan si Kecil manja

100% MITOS bahwa mengelus-elus perut terlalu sering bisa membuat si Kecil lahir dengan pembawaan manja. Ini tidak ada hubungannya sama sekali.

  1. Ibu hamil boleh sesekali minum minuman beralkohol

Banyak orang menganggap minum beberapa teguk anggur atau segelas sampanye tidak akan membahayakan si Kecil sama sekali. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa minum selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan spektrum alkohol janin (FASDs).

  1. Ibu hamil tidak boleh sekalipun minum minuman mengandung kafein

Mitos ini SALAH! Ibu hamil masih boleh mengonsumsi satu cangkir kecil teh atau kopi setiap hari. Namun, Moms harus membatasi asupan kafein tidak lebih dari 200 mg setiap harinya. Jika Moms suka teh, Moms bahkan dapat mencoba berbagai jenis teh herbal yang memiliki jumlah kafein yang dapat diabaikan. Meskipun demikian, Moms disarankan untuk mengurangi minuman asam karena refluks asam meningkat selama kehamilan.

  1. Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi keju

Mitos ini bisa BENAR bisa TIDAK. Faktanya, ada beberapa keju yang sangat aman dikonsumsi ibu hamil yaitu keju yang telah dipasteurisasi (misalnya, keju cheddar atau keju Swiss). Namun, keju lembut dan tidak dipasteurisasi seperti Brie, feta, dan keju kambing, dapat membawa penyakit. Maka dari itu, perhatikan label keju secara saksama.

  1. Olahraga bisa melukai janin

Faktanya, ada beberapa yang aman dan tidak aman dilakukan selama kehamilan. Dalam banyak kasus, olahraga adalah aktivitas yang baik untuk mengontrol berat badan dan persiapan untuk melahirkan. Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang berolahraga selama kehamilan memiliki berat badan lahir yang lebih sehat.

Namun, Moms harus menghindari olahraga atau latihan yang melibatkan berbaring di punggung. Posisi ini dapat mengurangi aliran darah ke otak dan rahim.

  1. Ibu hamil dengan perut rendah akan melahirkan anak laki-laki

Mitos kuno ini tentu 100% SALAH. Mitos lainnya adalah jika benjolan perut tinggi, Moms akan melahirkan anak perempuan. Tidak ada dasar kebenaran untuk pernyataan ini.

  1. Wajah bercahaya menunjukkan jenis kelamin bayi dalam kandungan

Bisa YA bisa TIDAK karena mitos ini agak berdasarkan fakta. Perubahan warna kulit dan tekstur dapat dikaitkan dengan hormonal dan perubahan yang dialami wanita hamil. Menurut mitos, anak laki-laki akan membuat ibunya bercahaya sementara anak perempuan akan membuat kulit ibunya berminyak dan bahkan mungkin berjerawat!

  1. Mulas-mulas saat hamil artinya akan melahirkan bayi dengan rambut

Menurut mitos populer jika Anda mengalami banyak mulas, maka bayi Anda akan lahir dengan banyak rambut. Studi John Hopkins bahkan menemukan korelasi antara keduanya. Jadi, ini mungkin bukan hanya mitos, tetapi mungkin saja benar!

Kesimpulannya, sebagian besar dari mitos adalah mitos. Jangan khawatir dan tetaplah menerima saran-saran dari sanak keluarga dengan pikiran tenang. Makan makanan sehat, meditasi, dan tetap aktif akan membuat pengalaman kehamilan lebih bahagia dan sehat.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id