Mobile Site

Apakah Gondong Berbahaya Untuk Ibu Hamil dan Bagaimana mencegahnya?

Kesehatan 2 View

Wanita hamil akan memiliki tubuh lebih lemah dari normal, karena sistem kekebalan tubuh berkurang sehingga risiko terkena penyakit juga lebih tinggi, dan yang berbahaya dapat mempengaruhi janin. Memiliki gondong selama kehamilan juga dapat menyebabkan banyak komplikasi berbahaya pada kesehatan ibu dan janin.

Seberapa berbahaya gondok pada ibu hamil?

Secara umum, gondong cukup jinak, karena jarang menyebabkan komplikasi berbahaya jika diobati dan melakukan perawatan dengan benar. Namun, pada wanita hamil penyakit gondong, akan lebih berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.

Wanita hamil dengan gondong pada setiap tahap kehamilan akan memiliki dampak besar pada kesehatan dan kehidupan janin.

Wanita hamil dengan gondong dalam 3 bulan pertama kehamilan cenderung bisa mengalami keguguran. Jika terinfeksi pada 3 bulan terakhir kehamilan dapat meningkatkan risiko lahir mati, atau kelahiran prematur.

Sistem kekebalan tubuh wanita selama kehamilan seringkali lebih buruk sehingga ketika gondong terjadi, gejalanya sering berkembang lebih cepat dan juga lebih berbahaya daripada orang normal.

Setelah terkena virus, wanita hamil akan memiliki gejala awal gondong dengan demam tinggi hingga 39-40 derajat, merasa sakit kepala, kelelahan, merasa sakit tenggorokan, dan terdapat pembengkakan amandel. Sehingga saat mengunyah makanan akan sulit, satu ataupun pada kedua pipinya bengkak.

Saat ini tidak ada penelitian untuk membuktikan bahwa virus gondong adalah teratogenik, yang artinya dapat menyebabkan perubahan pada janin. Beberapa kasus dengan angka yang sangat jarang melaporkan bayi baru lahir terinfeksi gondongan dari ibu saat hamil dengan mengalami malformasi kelenjar parotis.

Bagaimana mencegah gondong pada ibu hamil hamil?

Saat hamil ketika ada gejala demam yang disertai radang rahang, moms harus segera pergi ke dokter untuk mengidentifikasi gondong atau penyakit lain. Dokter akan segera membantu meringankan gejala yang tidak menyenangkan seperti demam, batuk, dan pembengkakan rahang.

Untuk memastikan keamanan bagi ibu dan bayi, setelah gejala remisi, ibu harus melakukan pemeriksaan rutin pada kehamilan pada minggu 12, 22, 32 atau sesuai dengan penunjukan dokter untuk skrining penyakit dan kemungkinan komplikasi yang disebabkan oleh penyakit.

Itulah tadi yang dapat kami jawab tentang Apakah Gondong Berbahaya Untuk Ibu Hamil dan Cara Mencegahnya.

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id