Home Info Kesehatan Bahayakah Terserang Demam Dengue? Kenali Penyebabnya!

Bahayakah Terserang Demam Dengue? Kenali Penyebabnya!

261
0

Bahayakah-Terserang-Demam-Berdarah-Kenali-Penyebabnya!

Kabarmaya.co.id – Demam berdarah seringkali menjadi penyakit yang sering diperbincangkan di musim penghujan. Banyak catatan dan berita tentang penyakit ini jika sudah memasuki musim penghujan. Meskipun sering mendengar namin orang awam masih sering bertanya tentang penyakit yang bisa saja menjadi penyebab meninggal dunia ini.

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Sebenarnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah.

Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Penyebab demam dengue
Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, misalnya di kota-kota besar beriklim lembap dan hangat.

Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh Negara-Negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Diperkirakan ada seratus juta kasus demam dengue yang terjadi pada tiap tahunnya di dunia, bahkan ribuan orang di antaranya terjangkit dalam waktu singkat akibat wabah penyakit ini.

Berikut ini beberapa gejala demam dengue:
– Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius
– Tubuh menggigil
– Kehilangan nafsu makan
– Badan terasa lelah
– Sakit kepala
– Sakit tenggorokan
– Wajah berwarna kemerahan
– Nyeri sendi, otot, dan tulang
– Mual-mual
– Muntah
– Nyeri pada bagian belakang mata
– Pembengkakan kelenjar getah bening
– Munculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak)

Virus dengue memerlukan masa inkubasi sama seperti virus lain pada umumnya. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama kali masuk ke tubuh sampai gejala mulai muncul. Pada demam dengue, gejala biasanya baru dirasakan setelah 4-10 hari sejak masuknya virus melalui gigitan nyamuk.

Sering kali orang awam sulit membedakan antara gejala demam dengue dengan sakit flu biasa, terlebih lagi jika belum pernah membaca informasi seputar gejalanya. Alangkah baiknya langsung periksakan diri ke dokter apabila ada yang mengalami gejala-gejala demam dengue seperti disebutkan di atas untuk mencegah kondisi memburuk.

Pencegahan demam dengue
Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah yang bisa diterapkan:

  • Mensterilkan bagian dalam rumah dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya
  • Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah
  • Memasang kelambu di ranjang tidur
  • Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET)
  • Mengenakan pakaian yang longgar yang bisa melindungi dari gigitan nyamuk.
  • Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan
  • Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Antisipasti terlebih dahulu untuk perkembangbiakan nyamuk, sebelum terserang penyakit yang diakibakan oleh gigitan nyamuk yang membawa virus berbahaya. Khususnya bagi para orang tua, dihimbau untuk selalu memperhatikan kesehatan anak terutama saat mengalami demam tinggi.

Loading...