Home Informasi Travel Tips Memilih Makanan Korea Yang Halal Dimakan Untuk Muslim

Tips Memilih Makanan Korea Yang Halal Dimakan Untuk Muslim

3273
0
Tips-Memilih-Makanan-Korea-Yang-Halal-Dimakan-Untuk-Muslim-Bibimbap
Bibimbap (sumber gambar: Maangchi)

Kabarmaya.co.id Sekarang ini banyak makanan Korea yang beredar di Indonesia kadang lolos dari seleksi haal atau haram jika dimakan untuk kaum muslim. Dengan pengawasan yang ketat saja terkadang makanan yang bersal dari luar Negeri bisa masuk dengan mudahnya. Makanan Korea yang ada saat ini memang makin menjamur di Tanah Air. Bahkan di sudut-sudut kota di Indonesia sudah banyak berdiri restoran masakan Korea.

Untuk menikmati makanan Korea baik di Indonesia maupun di Negara asalnya sudah seharusnya waspada dengan halal atau haram makanan tersebut. Berikut ini adalah tips untuk mengetahui makanan yang halal dan haram:

Lihat label halal – tentunya di setiap kemasan makanan mengandung kode halal atau tidak, untuk makanan Korea sebaiknya mencari kode yang bertulisakan KMF (Korea Muslim Federation). Produk halal dari Korea banyak dijual di Negara seperti Malaysia dan Singapura.

Cari tulisan dwaejigoji – dwaejigoji adalah bahasa Korea yang berarti daging babi. Cari aksara ini yang biasanya tertera di bagian komposisinya. Banyak snack-snack yang berasal dari Korea yang berbentuk seperti bawang bombay namun aslinya adalah daging babi. Maka dari itu jangan hanya melihat dari kemasan dan bentuk snacknya, melainkan juag dari keterangan komposisi yang harus diperhatikan.

Kaldu daging dalam mie yuksu dalam bahasa Korea berarti penggunaan kaldu daging dan tekadang ada bahan yang tetap haram bagi muslim. Begitu pula dengan snack ada pemakaian bubuk daging sapi. Asumsinya adalah daging tersebut tidak disembelih secara halal jadi menjadikan makanan tersebut haram untuk dimakan.

Pabrik produksinya – banyak faktor yang menyebabkan makan itu menjadi haram untuk dimakan salah satunya adalah pabrik prosuksinya. Pabrik yang mengolah babi sangat haram untuk seorang muslim untuk dimakan, walaupun produksi pabrik tersebut memproduksi maaanan yang tidak mengandung babi sekalipun. Ini menjadi sebuah tolak ukur karena makanan yang diproduksi dikhawatirkan terkontaminasi dari babi jika pabrik prosuksinya sama.

Perhatikan kandungan lechitin – lechitin merupakan lemak yang ada dalam makanan. Ini perlu menjadi perhatian karena seringkali tidak jelas penggunaan lechitin dan emulsifier dari hewani atau nabati. Jika saja berbahan hewani harusnya dijelaskan halal dan tidaknya bahan yang digunakan.

Sebagai seorang muslim seharusnya mematuhi apa yang menjadi larangannya, termasuk dalam menghindari makanan yang tidak halal. Negara Indonesia dengan mayoritas penduduknya beraga Islam sangat penting untuk mengetahui tips di atas mengingat saat ini sudah banyak jajanan ringan dari Korea yang masuk ke pasar Tanah Air. Jika ragu dengan produk atau makanannya, lebih baik tidak menyantapnya.

Loading...