Home Info Kesehatan Takut Keracunan Saat Hamil? Ini Kiat Pencegahannya!

Takut Keracunan Saat Hamil? Ini Kiat Pencegahannya!

292
0

Anemia-Pada-Kehamilan-Dan-Cara-Mengatasinya

Kabarmaya.co.idKeracunan kehamilan atau yang disebut dengan preklampsia merupakan penyakit yang seakan menjadi momok bagi wanita hamil terutama yang masuk pada trimester ketiga. Preklampsia atau keracunan masa kehamilan adalah gangguan penyakit yang muncul pada masa kehamilan di atas 20 minggu yang mampu mengakibatkan ganggunan baik pada ibu maupun bayi yang sedang di kandung. Ibu hamil yang mengalaminya biasanya akan mengalami tekanan darah tinggi, pembengkakan yang tidak kunjung sembuh serta tingginya kadar protein pada urine.

Preklampsia atau keracunan kehamilan apabila tidak segera ditangani maka akan menimbulkan komplikasi yang serius bahkan mampu mengakibatkan hal yang fatal bagi ibu dan janin. Perlu diketahui bahwa penyakit atau gangguan ini tidak ada obatnya dan akan hilang setelah bayi dilahirkan. Apakah menakutkan? Meski tidak dapat diobati akan tetapi ibu masih bisa melakukan tindakan pencegahan agar tidak terkena gangguan ini dan juga melindungi diri dengan mempelajari gejala-gejala preklampsia serta mampu memeriksakan diri secara teratur.

Resiko yang akan ditimbulkan dari keracunan kehamilan

Sekilas saja, ada beberapa resiko yang akan terjadi dan dirasakan oleh ibu hamil dan bayi apabila mengalami keracunan kehamilan seperti kemungkinan akan keguguran, gagal ginjal akut, pendarahan di otak, pembekuan darah intravaskular, pembengkakan paru-paru, kolaps pada sistem pembuluh darah. Pada bayi akan mengalami kekurangan oksigen serta asupan nutrisi makanan sehingga akan mempengaruhi perkembangan dari bayi itu sendiri. Kemungkinan yang paling sering terjadi adalah bayi akan lahir secara prematur bahkan akan menyebabkan kematian. Resiko seperti ini tentunya membuat bunda semakin takut baik secara fisik maupun mental.

Tanda-tanda keracunan kehamilan

Keracunan kehamilan dapat terjadi pada trimester terakhir kehamilan atau segera setelah bayi dilahirkan. Kebanyakan dari kasus keracunan saat kehamilan diketahui setelah ibu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar protein urine pada saat pemeriksaan rutin kehamilan. Oleh karena itu penting sekiranya untuk tidak melewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan. Preklampsia terjadi karena kadar darah dan protein dalam urin sangat tinggi, jika berkelanjutan dan tidak segera ditangani akan menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Pembengkakan pada kaki, tungkai, wajah dan tangan karena retensi cairan
  • Nyeri hebat pada kepala
  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur, kebutaan sementara atau sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri pada bagian perut bagian atas terutama di bawah iga sebelah kanan
  • Mual atau muntah yang disertai pusing berkunang-kunang
  • Jumlah urine berkurang
  • Peningkatan berat badan secara berlebihan bisanya lebih dari 1kg/ minggu

Kiat pencegahan terhadap keracunan kehamilan

Untuk mencegah keracunan pada masa kehamilan yang semakin parah maka langkah yang tepat adalah segera menurunkan tekanan darah dengan istirahat total, mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter. Akan tetapi sebenarnya cara yang paling tepat untuk mengobatinya adalah segera melakukan proses kelahiran akan tetapi hal tersebut biasanya dilakukan jika sudah tidak ada cara lain lagi sebagai solusinya. Dari pada harus terjadi keracunan kehamilan di akhir kehamilan, jauh lebih baik untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan.

  1. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin kepada dokter sehingga apabila terjadi hal yang kurang baik untuk perkembangan janin akan langsung diatasi
  2. Perhatikan konsumsi makanan yang dimakan. Ibu dapat banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat dan vitamin
  3. Banyak lakukan yoga yang baik untuk mengontrol emosi selama masa kehamilan sehingga mampu mengurangi tingkat kemungkinan darah tinggi
  4. Banyak berfikir positif serta banyak berkonsultasi pada dokter tentang kehamilan

Keracunan kehamilan memang menjadi momok yang menakutkan. Hal tersebut tidak dapat dihindari oleh ibu hamil akan tetapi tetap dicegah dengan berbagai langkah prefentif yang tepat. Penyebab dari penyakit ini juga masih belum jelas sehingga terkadang gejala yang ditimbulkanpun juga berbeda-beda untuk setiap wanita. Jadi jauh lebih baik untuk terus menjaga asupan nutrisi dan mengatur emosi.

Loading...