Home Info Kesehatan Area Kewanitaan Tak Perlu Gunakan Sabun Khusus!

Area Kewanitaan Tak Perlu Gunakan Sabun Khusus!

25
0

Tips-Mengatasi-Keputihan-di-Daerah-Kewanitaan

Kabarmaya.co.idBanyak sekali produk dari berbagai merk ditawarkan sebagai sabun untuk area kewanitaan. Namun nyatanya menggunakan sabun khusus vagina tidak sepenuhnya dibenarkan. Fakta menyebutkan bahwa spekulasi yang beranggapan bahwa sabun khusus vagina akan menghilangkan infeksi justru akan memperburuk infeksi pada vagina hingga masuk ke bagian dalam reproduksi.

Menggunakan sabun vagina kemungkinan lima kali lebih tinggi mengalami vaginosis bakteri dari pada wanita yang tidak menggunakan. Hal ini menjadi sesuatu yang krusial mengingat menjaga organ intim adalah hal penting bagi seorang wanita. Kebersihan organ intim berhubungan langsung dengan organ reproduksi. Sebelumnya mari kenali terlebih dahulu faktor apa saja yang mempengaruhi kesehatan vagina berikut ini:

  • Hubungan seks – Melakukan hubungan seks tanpa menggunakan pelindung dapat menyebabkan infeksi menular seksual. Melakukan hubungan seks yang kuat atau luka pada area panggul dapat mengakibatkan trauma pada vagina.
  • Kondisi kesehatan tertentu – Kondisi kesehatan tertentu seperti endometriosis dan penyakit radang panggul dapat menyebabkan nyeri pada vagina ketika melakukan hubungan seksual. Penggunaan beberapa antibiotik dapat meningkatkan resiko infeksi jamur pada vagina.
  • Alat kontrasepsi dan sabun pembersih kewanitaan – Alat kontrasepsi seperti kondom, diafragma, dan spermisida dapat menyebabkan iritasi vagina. Infeksi pada vagina dapat terjadi ketika setelah melahirkan atau tidak mengganti pembalut setelah pemakaian lebih dari 8 jam.
  • Kehamilan dan persalinan
  • Perubahan kadar hormone – Perubahan kadar hormon dapat mempengaruhi kondisi vagina. Menurunnya produksi estrogen setelah menopause dan saat menyusui dapat menyebabkan lapisan vagina menipis sehingga menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Masalah yang muncul pada vagina juga bermacam-masam, bisa berupa masalah seksual, infeksi menular seksual, vaginitis, dan kondisi gangguan kesehatan lainnya saat bercinta dengan pasangan. Terjadinya masalah pada vagina sendiri memiliki beberapa tanda-tanda yang dapat dikenali, yaitu seperti perubahan warna, bau, dan jumlah keputihan. Kemerahan pada vagina, gatal atau iritasi, perdarahan antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seks, hingga tumbuhnya benjolan pada area vagina.

American College of Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa penggunaan sabun kewanitaan tidak dianjurkan. Hal ini disebabkan karena vagina sendiri sebenarnya mempunyai flora baik yang memang tumbuh di vagina secara normal, menggunakan sabun vagina terus menerus akan membunuh bakteri dan jamur penting sehingga kesehatan vagina akan terganggu. Jika flora normal hilang, vagina biasanya akan terjadi infeksi, iritasi, atau komplikasi yang lebih serius.

Penggunaan sabun vagina akan menyebabkan komplikasi yang sangat parah seperti ganguan kehamilan, infeksi yang menerus ke organ reproduksi, penyakti radang panggul, hingga penyakit radang pada serviks (mulut rahim). Oleh sebab itu, lakukanlah pembersihan area vagina menggunakan cara-cara yang aman. Cara tersebut seperti menggunakan sabun pilihan yang tidak memiliki aroma wangi yang dapat mengiritasi kulit. Dengan sabun itu, bersihkan dengan satu tangan, bentukkan V dengan dua jari untuk menahan kulit luar. Gunakan air hangat dan gosok dengan ringan pada lipatan, namun hindari penggunaan sabun pada area dalam vagina. Untuk mengeringkan, tepuk-tepuk vagina dengan handuk bersih hingga kering.

Vagina merupakan organ vital yang sangat penting bagi seorang wanita. Jika terjadi kendala dan masalah serius pada vagina, disarankan segera konsultasikan dengan dokter spesialis. Jangan biarkan masalah berlarut-larut sehingga menimbulkan penyakit yang kronis akibat penanganan yang terlambat.

Loading...