Home Informasi Travel Sensasi Rasa Manis dan Gurih Kue Rangi Khas Kendal

Sensasi Rasa Manis dan Gurih Kue Rangi Khas Kendal

16
0
Sensasi-Rasa-Manis-dan-Gurih-Kue-Rangi-Khas-Kendal
sumber gambar: Bakpia Mutiara Jogja

Kabarmaya.co.idRangi merupakan kue khas Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kue ini sering diindentikkan dengan kue pancong khas Jakarta. Namun dua kue ini sebenarnya berbeda, terlebih di bagian ukuran dan bentuk. Rangi memiliki ukuran yang lebih besar serta bentunya yang menyerupai bunga. Jika ditinjau soal rasa, kue rangi memiliki rasa yang hampir mirip dengan wingko babat khas Semarang. Karena itu, tak sedikit yang menyebutnya dengan wingko desa.

Sayangnya, kue rangi mulai dilupakan seiring berkembangnya jaman. Tinggal beberapa orang saja yang masih menekuni bisnis kue tersebut, salah satunya yaitu warga Sukodono yang bernama Fauzi Indah. Ia merupakan generasi ketiga pembuat kue rangi di keluarganya. Menurut penuturan Fauzi, bisnis kue rangi ini sudah digeluti oleh keluarganya sejak puluhan tahun yang lalu. Dimulai dari kakek, orang tua, hingga akhirnya sekarang ia yang meneruskan bisnis keluarga tersebut.

“Pas puasa hingga Lebaran, banyak pembeli untuk cemilan,” kata Fauzi.

Masih berdasarkan penuturan Fauzi, alat yang digunakan untuk membuat kue rangi ini masih bersifat tradisional, yaitu berupa tungku. Untuk pengapiannya, ia menggunakan serabut kelapa. Sementara itu, kue rangi sendiri diketahui berbahan dasar kelapa dan tepung ketan. Saat mencampur parutan kelapa dan tepung ketan, ia mengaku menggunakan perasaan tanpa takaran yang pasti. Dalam sehari Fauzi mengaku bisa memperoduksi hingga 100 bahkan 150 kue.

“Kelapa kami parut secara manual, tidak menggunakan mesin. Sebab kalau menggunakan mesin, parutan kelapa terlalu halus. Di samping itu, cara manual akan menghasilkan tekstur yang tepat. Rasa dan baunya juga khas,” tuturnya.

Fauzi mengatakan jika dalam pemilihan bahan, ia tak melakukannya dengan sembarangan. Oleh karenanya, ia sendiri yang harus membeli bahan berupa kelapa dan tepung ketan tersebut. Setelah bahan diperoleh, kemudian diolah menjadi kue rangi. Alasannya, supaya rasa tak berubah sehingga pembeli setianya tak merasa kecewa.

“Menjelang lebaran, pesanan membludak. Kami kewalahan. Supaya tidak kecewa kami berharap, sebaiknya kalau pesan kue rangi jauh-jauh hari sebelumnya,” tambahnya.

Soal harga, satu kue rangi dibanderol dengan harga berkisar Rp 6.000 jika pembeli langsung membelinya di tempat pembuatnya. Jika sudah membelinya di pasar tradisional, maka harga bisa saja lebih mahal.

Loading...