Home Berita Daftar Film Terbaru Deretan Film Indonesia Ini Diduga Plagiat, Apa Saja?

Deretan Film Indonesia Ini Diduga Plagiat, Apa Saja?

11
0
Deretan Film Indonesia Ini Diduga Plagiat, Apa Saja
Cuplikan adegan dalam film ‘My Blackberry Girl’

Kabarmaya.co.idIndustri perfilman tanah air sudah banyak menghasilkan karya yang berkualitas. Namun ada juga film-film karya anak bangsa yang diduga malah meniru atau menjiplak dari film luar. Seperti yang dilansir dari laman Breaktime.co.id, terdapat sederet film tanah air yang diterpa isu plagiat. Film yang diduga plagiat tersebut bahkan dibintangi oleh artis-artis papan atas Indonesia. Penasaran film apa saja dan siapa saja artis yang bermain di film tersebut?

My Blackberry Girlfriend (2011)

Film My Blackberry Girlfriend yang rilis pada tahun 2011 ini dibintangi oleh salah satu artis papan atas Indonesia, Luna Maya. Film yang diperankan oleh Luna Maya bersama Fathir Muchtar ini memiliki kemiripan hingga 80 persen dengan salah satu film terlaris Korea Selatan, ‘My Sassy Girl’.

Tiger Boy (2015)

Film Tiger Boy juga diduga plagiat karena memiliki kesamaan dari desain poster utama hingga cerita yang diangkat. Film yang dibintangi oleh aktor tampan Stefan William ini diisukan menjiplak film Werewolf Boy yang diproduksi oleh Korea Selatan. Film ‘Werewolf Boy’ ini sendiri dibintangi oleh Song Joong Ki dan Park Bo yang dirilis pada tahun 2012, tiga tahun sebelum film Tiger Boy keluar di Indonesia.

Sebuah Lagu untuk Tuhan (2015)

Sama halnya dengan film Tiger Boy, film yang berjudul Sebuah Lagu untuk Tuhan ini juga dibintangi oleh Stefan William. Film Sebuah Lagu untuk Tuhan ini diduga plagiat karena memiliki desain poster yang sama dengan film laris Hollywood yang berjudul ‘The Fault is In Our Star’ tahun 2014.

Surat dari Praha (2016)

Surat dari Praha juga merupakan salah satu film Indonesia yang diterpa isu plagiat. Film yang dirilis pada Januari 2016 ini ramai menjadi perbincangan publik karena dituduh mengadaptasi tanpa izin dari novel karya Yusri Fajar dengan judul yang sama. Sama-sama menceritakan kisah yang sama, baik film maupun novel ini mengangkat cerita tentang seorang mahasiswa Indonesia di Praha yang terasingkan dan tidak bisa kembali ke Indonesia karena keadaan politik yang sangat buruk pada tahun 1966.

Meski diterpa banyak isu plagiat, namun tentunya para produsen film di Indonesia tak pernah gentar dan justru semakin giat memproduksi film-film baru untuk mengharumkan industri hiburan Indonesia.

Loading...