Home Info Kesehatan Mitos dan Fakta di Balik Kantong Teh Celup

Mitos dan Fakta di Balik Kantong Teh Celup

23
0
Salah satu manfaat kantung teh celup bekas

Kabarmaya.co.id Tidak berbeda dengan penduduk Jepang yang dikenal dengan budaya tehnya, mayoritas orang Indonesia juga suka minum teh. Ngeteh biasanya jadi pilihan banyak orang saat bersantai atau selepas bekerja.  Kalau ada tamu datang ke rumah, teh juga menjadi minuman yang paling lazim disajikan. Saat cuaca panas ataupun turun hujan, teh pun banyak dicari. Terutama kalau lagi flu dan badan menggigil, ngeteh jadi salah satu hal yang wajib dilakukan.

Namun belakangan ini, ada banyak pertanyaan yang muncul diantaranya kantong teh celup berbahaya bagi kesehatan. Kantong putih yang dipakai untuk membungkus teh celup diyakini memiliki senyawa yang disebut epiklorohidin. Sifat senyawa ini menjadi karsinogenik ketika berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, ada kemungkinan teh celup meningkatkan risiko kanker.  Benarkah kantong teh celup berbahaya?

Dikutip dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kantong teh celup sudah didesain agar tidak meleleh pada suhu titik didih air sehingga kantong teh celup tidak terbuka saat diseduh dengan air panas. Dalam situsnya, BPOM juga menjamin bahwa industri kertas untuk kemasan pangan sudah tidak menggunakan senyawa klorin sebagai pemutih. Sebab, hal ini merupakan syarat yang wajib ditaati oleh produsen pada saat mengajukan permohonan penilaian keamanan produk.

BPOM juga menjamin bahwa kantong teh celup yang merek dagangnya terdaftar di badan BPOM aman untuk digunakan dalam proses konsumsi. Produsen teh besar seperti Unilever, yang memiliki brand teh celup Sari Wangi, Sari Murni, Sari Wangi Teh Melati dan Lipton, pun pasti melakukan rangkaian pengujian yang sangat ketat terhadap produk-produknya, termasuk kantong teh yang digunakan.  Kantong teh produk-produk Unilever dipastikan telah memenuhi standar keamanan yang diterapkan di seluruh dunia termasuk bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Loading...