Home Informasi Travel Nikmati Liburan Oleh Suasana Ramai Gwanghwamun Square

Nikmati Liburan Oleh Suasana Ramai Gwanghwamun Square

19
0
Wisata Korea Selatan Ini Gratis Tak Berbayar!-Gwanghwamun-Square
sumber gambar: The Seoul Guide

Kabarmaya.co.id – Seoul merupakan ibukota negara Korea Selatan yang juga memiliki penataan kota yang dinilai bersahabat dengan para penduduknya. Salah satu yang cukup menarik mata para wisatawan yaitu kawasan Gwanghwamun Square. Pusat keramaian ini bahkan sudah sangat terkenal dari 600 tahun lalu. Selain itu, wilayah ini juga dikenal sebagai titik pusat wisata di Kota Seoul.

Alasan kenapa wilayah ini disebut sebagai titik pusat wisata Seoul yaitu banyaknya titik yang dapat dilihat dari wilayah ini. Gwanghwamun Square juga memiliki jalan yang sangat lebar serta alun-alun yang ada di bagian tengah lengkap dengan bunga berwarna-warninya. Jika berkunjung sekitar awal bulan April, wisatawan akan melihat bunga-bunga tersebut bermekaran, termasuk juga bunga sakura.

Wilayah ini dulunya terkenal dengan kemacetannya, namun sekarang tempat ini menjadi kawasan asri dan banyak memberikan informasi sejarah serta budaya Korea. Wilayah ini dibangun dengan mengurangi 16 jalur lalu lintas utama menjadi 10 ruas jalan utama yang letaknya ada di tengah-tengah Serong-ro, menghubungkan Jongno-go Gwanghwamun ke persimpangan Sejong-ro dan Cheongye Square dengan lebar 34 meter dan panjang 557 meter.

Di kawasan ini terdapat istana Deoksu yang menyajikan parade pergantian petugas jaga tiap sorenya, sekitar pukul 4 sore KST. Selain itu, juga ada istana Gyeongbok dengan latar belakang Gunung Bungkasan yang sudah sangat terkenal. Ada juga Cheonggyecheon Stream, sebuah sungai yang memiliki desain yang menarik. Di kanan dan kiri sungai tersebut, wisatawan akan disuguhkan dengan beberapa atraksi yang dilakukan oleh anak-anak muda Korea, salah satunya yaitu pertunjukan musik. Mereka tampil di tempat dengan masyarakat yang berlalu lalang, bagi yang tertarik boleh melihat penampilan mereka, dan tentu saja jangan lupa mengisi kotak donasi.

Kawasan ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Recovering the history of Gwanghwamun Gate Plaza (Memulihkan sejarah), Reenacting Yukjo Street Plaza, Korea Main Plaza, Civil Participation Urban Culture Plaza, Downtown Plaza, dan Cheonggyecheon Stream Connector. Untuk mempelajari kawasan ini memang tidak mudah, namun map kota Seoul khususnya kawasan Gwanghwamun bisa didapatkan dimana-mana, sehingga wisatawan asing akan cukup terbantu.

Selain itu, di era teknologi ini wisatawan juga bisa memanfaatkan aplikasi di smartphone jika tak ingin repot membuka peta. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar 1-2 hari untuk bisa mengenal wilayah ini. Seperti kebanyakan tempat wisata yang laris, kompleks Gwanghwamun juga terdapat Tourist Information Center hampir di setiap sudut jalan yang strategis. Di tempat ini, informasi perihal wilayah ini dapat diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Jika berkunjung ke alun-alun Gwanghwamun Square, wisatawan akan disambut oleh patung Laksamana Yi Sun Shin serta air mancur yang menakjubkan. Laksamana Yi Sun Shin sendiri adalah salah satu laksamana yang begitu terkenal di Korea karena kegagahannya saat melawan tentara Jepang di jaman Perang Dunia ke-2. Terdapat pula patung Raja Sejong yang di depannya terdapat replika beragam penemuan pada masa pemerintahannya, seperti Angbuilgu (sejenis jam matahari) dan Chugugi (alat untuk mengukur curah hujan). Di bawah patung Raja Sejong, terdapat Sejong Story Exhibition Hall yang menyimpan semua informasi tentang Raja Sejong tersebut.

Pengunjung harus menjajal waktu berkunjung yang berbeda agar menemuakn suasana yang berbeda pula. Wisatawan bisa datang pada siang atau pagi hari dan kemudian membandingkannya dengan berkunjung saat malam hari. Cahaya lampu pada malam hari memiliki nuansa tersendiri yang tentunya berbeda dengan keindahan saat siang atau pagi hari.

Loading...