Mobile Site

Loe Min Toe, Kafe Nyentrik Tema Peranakan yang Murah Meriah Di Malang

Wisata 270 View

Loe-Min-Toe,-Kafe-Nyentrik-Tema-Peranakan-yang-Murah-Meriah-Di-Malang

sumber gambar: FidaWrites

Kabarmaya.co.id – Roemah Coffee Loe Mien Toe terletak di perumahan Jalan Tata Surya 2, Dinoyo Malang. Cafe yang cukup nyentrik ini memiliki desain yang cukup unik. Di bagian depan rumah, ada gerbang kayu yang berhiaskan tirai merah dan juga lampion. Di atasnya terdapat tulisan huruf mandarin serta alfabet “Roemah Coffe Loe Mien Toe”.

Menurut penjelasan dari sang pemilik, Bowo Wasito, dalam bahasa jawa, Loe Mien Toe atau “lumintu” memiliki arti sebagai sedikit-sedikit lama-lama jadi banyak. Bowo juga bercerita jika cafe ini merupakan hasil gagasannya yang kemudian diwujudkan dan dikelola oleh sang anak.

Ia memilih memanfaatkan lahan miliknya sendiri karena biaya sewa tempat di Malang memang terbilang cukup mahal. Oleh karena itu, cafe nyentrik ini terletak di daerah perumahan. Loe Mien Toe sendiri menganbil tema peranakan alias China-Jawa. Konsep ini terinspirasi dari dirinya dan sang istri yang juga terlahir dari kemajemukan latar belakang.

“Kafe ini buka empat tahun lalu, dari 2014. Kalau barang-barangnya sendiri memang koleksi saya. Saya hobi koleksi barang antik dari dulu. Kalau kerja ke daerah saya berburu barang antik. Sampai ada yang dari Papua juga,” kata Bowo.

Beberapa barang antik koleksinya ia pajang di cafe dengan tatanan yang sangat apik. Hampir di setiap sudut hingga langit-langit terdapat barang antik. Tak heran jika banyak anak muda pemburu spot antik berkunjung untuk berfoto sembari menyantap menu yang dihidangkan. Menurut Bowo, pasar yang disasar Loe Mien Toe memang sekitaran anak-anak muda atau mahasiswa. Pelanggannya sering datang untuk mengerjakan tugas, sekedar nongkrong hingga ada yang menjadikan cafe ini sebagai basecamp untuk belajar bahasa Inggris.

“Kafe ini tidak ada musiknya, karena cari cafe berisik di Malang itu gampang tetapi cari cafe yang hening itu susah. Lagipula musiknya juga kalah dengan suara air sungai,” kata Anita, anak dari sang pemilik.

Meski tak dilengkapi dengan pendingin ruangan, cafe ini terbilang sejuk karena efek aliran Sungai Brantas yang tepat mengalir di bawahnya. Aliran air sungai Brantas ini juga menjadi alunan musik alami yang cukup menenangkan.

Jika disinggung mengenai menu yang disodorkan, cafe ini tak memiliki cukup banyak pilihan. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa menemukan beberapa jenis camilan serta makanan berat, seperti nasi ayam, mie, dan kwetiauw goreng yang bisa dimakan sebagai pengganjal perut. Harga yang ditawarkan pun cukup murah, sesuai dengan kantong mahasiswa, berkisar Rp 10.000an.

Asyiknya lagi selain biasa digunakan untuk nongkrong dan mengerjakan tugas oleh mahasiswa, Loe Mien Toe juga menyediakan jasa untuk sesi pemotretan bahkan lokasi untuk syuting film. Untuk kegiatan ini per jamnya pihak pengelola biasanya mematok harga Rp 200.000.

“Terserah mau foto di mana saja, pesan makanan atau tidak. Saran saya sebelum jam satu siang, sebelum kafe buka. Untuk pesta juga boleh kalau mau bawa katering sendiri silahkan,” jelas Anita.

Jika Anda ingin berkunjung ke cafe nyentrik ini, bisa datang antara pukul 13.00-00.00 WIB setiap hari, kecuali hari Senin.

 

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id