Menyantap Makanan Indochina Di Restoran Unik Kota Malang

Menyantap-Makanan-Indochina-Di-Restoran-Unik-Kota-Malang
sumber gambar: Travel Kompas

Kabarmaya.co.id – Kota Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang kerap dijadikan tempat rujukan bagi mereka yang ingin berlibur. Selepas berkeliling kota dan mengunjungi tempat-tempat wisata, jangan lupa untuk menjajal pula kuliner yang ada.

Bicara soal wisata kuliner di Malang,  jangan melulu berpatok pada makanan lokal setempat. Sekali-kali, kreasi makanan yang ada di kota ini, baik itu makanan legendaris, modern, atau makanan mancanegara.

Seperti makanan yang disuguhkan oleh Restoran Saigonsan yang merupakan bagian dari Tugu Group. Restoran ini terletak di jalan Kahuripan Nomor 7 Malang, Jawa Timur. Uniknya, di restoran ini pengunjung akan menemukan makanan khas Indochina, tepatnya makanan dari Vietnam, Kamboja, dan Thailand.

Restoran Saigonsan menyediakan  makanan pembuka, makanan inti dan makanan penutup. Makanan pembuka khas Vietnam yang ada yaitu banh bao, mantau kukus dengan isian daging bebek serta sayuran yang cara menyantapnya biasanya menggunakan saus hoisin yang gurih. Bahn bao ini disuguhkan seperti roti lapis dengan tekstur mantau yang begitu lembut. Perpaduan antara daging bebek dengan sayuran juga membuat makanan ini memiliki tekstur yang bervariasi.

Makanan lainnya yaitu panekuk gurih khas Vietnam yang disebut dengan banh xeo. Makanan ini sepintas mirip dengan telur dadar yang melingkupi tauge, ayam, dan udang. Namun makanan ini ternyata adalah tepung berasa yang diberi kunyit halus kemudian digoreng. Di restoran ini, banh xeo disajikan dengan tumisan mie beras putih.

Masuk ke makanan pembuka, tersedia nasi goreng tom yum yang berisi cumi dan udang. Selain itu ada cha chien mam xaoi, hidangan khas Vietnam yang berbentuk ikan saus mangga. Menu ini menggunakan ikan kakap yang dipotong tanpa tulang kemudian dibalur dengan tepung serta diberi potongan mangga, stroberri serta acar yang juga terbuat dari buah mangga. Menu yang satu akan membuat lidah penikmatnya bergoyang dengan rasa khas, campuran antaa asam dan manis. Tentu saja, makanan cha chien mam xaoi ini akan lebih nikmat jika disantap menggunakan nasi putih.

Masih ada sajian sup, pho klasik dengan sajian mie beras putih dengan potongan daging sapi empuk kemudian disiram dengan kaldu sapi yang cocok disantap saat cuaca Malang sedang sejuk-sejuknya. Di bagian makanan penutup, restoran ini juga memiliki variasi yang tak kalah dengan menu pembuka. Ada sorbet dari kecombrang dan sticky mango rice alias ketan mangga, hidangan dari Thailand yang terkenal.

Harga makanan di Saigonsan terbilang juga cukup terjangkau jika melihat sajian yang dihidangkan. Pelanggan bisa memesan menu dengan kisaran harga mulai dari Rp 20.000. Menariknya, restoran ini juga mencoba memanjakan pengunjung yang termasuk vegetarian. Untuk masalah minuman, ada beragam jenis cocktail dan sangat layak untuk dicoba.

Bagi pecinta barang antik, ada sebuah museum mini yang merupakan bentuk dedikasi untuk Henri Parmentier, seorang arkeologis dan sejarawan dari Perancis menyelematkan banyak barang bersejarah Vietnam saat terjadi perang. Selain itu, Anda juga bisa menemukan replika Candi Angkor Wat di salah satu ruang makan besar atau The Royal Angkor Hall. Restoran ini juga masih menyimpan keunikan di bagian sisi yang lainnya. Ada sisi dengan nuansa pasar malam di Indochina yang meriah.

Barang-barang yang ada di sana dikumpulkan selama ratusan tahun lalu oleh keluarga Oei Tiong Ham, Raja Gula yang sekaligus menjadi orang terkaya di Asia Tenggara di jamannya. Pedagang ini membawa hasil perkebunan ke luar negeri dan sepulangnya dari berdagang, ia mengisi kapal dengan artefak dan berbagai karya seni dari Indochina. Barang-barang itupun akhirnya menjadi koleksi pribadi dari istri pertama Oei Tiong Ham pada tahun 1883 yang bernama Raden Adjeng Kasinem.

Loading...