Mobile Site

Memahami Apa itu Fintech dan Daftar Fintech Terdaftar OJK

bisnis 74 View

Di Indonesia, baik karena adanya jasa keuangan maupun yang tidak berhubungan dengan jasa keuangan   (unbankable), keberadaan fintech terdaftar OJK niscaya sangat bermanfaat untuk membantu mengatasi permasalahan keuangan yang dihadapi masyarakat. Dengan bantuan financial technology, mereka bisa lebih mudah, nyaman dan ekonomis untuk akses semua produk keuangan yang disediakan oleh fintech.

Namun kenapa operator fintech khususnya fintech P2P lending diwajibkan untuk mendapatkan izin dan mendaftar di OJK? Tentunya hal ini diperlukan untuk meminimalisir hal-hal yang dapat merugikan pengguna atau masyarakat. Oleh karena itu, sebelum beroperasi, seorang operator Fintech harus sudah terdaftar di OJK.

Pengertian Fintech Menurut OJK

Fintech adalah salah satu inovasi dalam industri jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi di zaman sekarang yang sudah canggih. Namun jika memiliki pemahaman yang mendalam, ada banyak jenis fintech, salah satunya adalah fintech lending atau fintech peer-to-peer (P2P) lending.

Melalui FinTech Lending, pemberi pinjaman dan peminjam dapat digabungkan melalui sistem teknologi. Dengan menggunakan platform ini, pemberi pinjaman dan peminjam dapat menikmati keuntungan ekonomi. Peminjam bisa lebih mudah mengajukan pinjaman serta agunannya relatif fleksibel. Pemberi pinjaman dapat memberikan dana kepada peminjam dan mengumpulkan dana dan bunga.

Perkembangan Fintech Lending di Indonesia

Selama 2 hingga 3 tahun terakhir, industri teknologi keuangan Indonesia telah berkembang dengan pesat. Pinjaman fintech merupakan salah satu bagian dalam kategori fintech yang sedang berkembang serta bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi.

Menurut data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), emisi perusahaan fintech lending di tahun 2019 mencapai US $ 68 triliun atau meningkat 200% dibanding tahun 2018. Sedangkan hingga Desember 2019, 25 perusahaan fintehc telah memperoleh izin dari OJK.

Konsep P2P lending pada fintech memungkinkan pinjaman fintech tumbuh subur di Indonesia. Menurut konsep ini, pemberi pinjaman dapat terdiri dari siapa saja (masyarakat) yang ingin mengembangkan dananya, dan peminjam dapat menjadi pelaku usaha atau perorangan yang memiliki permintaan konsumen.

Konsep ini mematahkan konsep tradisional industri keuangan, sehingga layanan dapat diberikan kepada publik tanpa memerlukan layanan perbankan (tidak ada layanan) dan layanan yang tidak memadai (tetapi layanan terbatas).

Apakah fintech tersebut legal atau tidaknya fintech, yang perlu diperhatikan saat menggunakan layanan fintech lending adalah legalitas. Legitimasi sangat mempengaruhi peraturan dan prosedur pengguna / pelanggan. Jika teknologi keuangan legal digunakan, pengguna / pelanggan tidak akan mengalami kesulitan kredit karena mati lemas.

Daftar Fintech Berizin OJK

Salah satu cara termudah untuk mengetahui undang-undang pinjaman fintech adalah dengan mengecek status pendaftaran fintech di OJK di situs resmi OJK. Perlu dicatat bahwa mendaftar ke OJK tidak selalu memiliki izin operasional terakhir.

Perusahaan pinjaman fintech perlu melewati dua tahap perizinan di mana tahap pertama yaitu tahap pendaftaran, dan tahap kedua adalah tahap perizinan akhir. Tentunya, memilih fintech P2P lending dengan izin OJK lebih baik daripada sekadar mendaftar ke jasa keuangan.

Setelah mendapat persetujuan akhir dari OJK, lembaga pemberi pinjaman teknologi keuangan perlu melengkapi persyaratan lain, seperti izin keamanan data ISO 27001, melengkapi prosedur operasi standar (SOP), dan menerapkan sistem T-2 (untuk mencegah dana tenggelam lebih dari 2 hari) . Hak asuh penyedia teknologi keuangan) dan tanda tangan (digital).

Salah satu financial technology yang disetujui OJK adalah akselerasi yang diputuskan oleh OJK dalam surat KEP-122 / D.05 / 2019 yang disetujui pada 13 Desember 2019. Berikut adalah daftar 25 fintech yang telah terdaftar di OJK di antara 144 daftar lainnya.

  1. Adakami
  2. Akseleran
  3. Amartha
  4. Ammana
  5. Crowdo
  6. Danamas
  7. Dompet Kilat
  8. Esta Kapital
  9. Finmas
  10. Fintag
  11. Investree
  12. KIMO
  13. KlikACC
  14. Koinworks
  15. Kredit Pintar
  16. KreditPro
  17. KTA Kilat
  18. Maucash
  19. Mekar
  20. Modalku
  21. PinjamanGo
  22. Pohon Dana
  23. Rupiah Cepat
  24. Tokomodal
  25. UangTeman

Apa Perbedaaan Status Berizin dan Terdaftar OJK?

Operator fintech yang diawasi oleh OJK memiliki dua identitas yang berbeda, yaitu identitas berlisensi dan identitas terdaftar. Keduanya bisa dikatakan sebagai izin OJK untuk kegiatan komersial. Operator Fintech terdaftar dapat beroperasi hingga satu tahun setelah registrasi. Selain itu, lisensi harus diterapkan untuk mendapatkan status lisensi. Jika Anda tidak mengajukan izin, penyedia pendaftaran harus mengembalikan merek dagang terdaftar ke OJK.

Sedangkan yang dimaksud dengan operator fintech berlisensi adalah penyelenggara fintech yang telah terdaftar dan berhasil memperoleh status izin setelah mengajukan permohonan izin ke OJK. Tidak ada tanggal kedaluwarsa pada lisensi merek dagang dari perusahaan teknologi keuangan yang dilisensikan oleh OJK. Terlepas dari perbedaan tersebut, perusahaan fintech berlisensi atau terdaftar dapat melakukan operasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kelebihan Dari Bertransaksi Dengan Fintech Terdaftar di OJK?

Dalam proses transaksi keuangan dibutuhkan rasa aman dan nyaman. Maka dari itu, hal ini sangat penting untuk mereka yang ingin meningkatkan permodalan atau memberikan pinjaman kepada perusahaan fintech yang terdaftar dan diatur secara resmi oleh perusahaan jasa keuangan (OJK).

OJK juga mewajibkan peserta fintech untuk melakukan uji tuntas sebelum mendapatkan izin usaha. Hal ini diharapkan dapat mengurangi munculnya teknologi keuangan palsu. Oleh karena itu, Anda perlu memilih teknologi keuangan yang memberikan layanan sederhana, aman, dan menguntungkan.

  • Mudah artinya proses pengajuan pinjaman atau pengumpulan dokumen yang diperlukan dari proses transaksi atau proses transaksi tidak rumit.
  • Seperti disebutkan di atas, Anda perlu memilih lembaga pengembangan dana yang aman, salah satu aspek keamanannya adalah sudah resmi terdaftar di OJK.
  • Tentu Anda berharap mendapat untung ketika mengembangkan dana, jadi Anda juga harus mempertimbangkan keuntungan dalam proses ini.

Keuntungan Memilih Akseleran Sebagai Fintech Berizin OJK

  1. Standar keamanan yang baik

Dengan memenuhi persyaratan OJK lainnya, ini berarti standar keselamatan dan operasional Akseleran lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan financial technology serupa yang baru saja terdaftar di negara ini.

Akseleran menerapkan ISO 27001 untuk keamanan data, 99% pinjaman hipotek dalam portofolio pinjaman, dan perlindungan asuransi. Penggunaan sistem T-2 juga dapat mencegah dana masuk ke rekening escrow Akseleran sehingga dapat menghindari penyalahgunaan dana.

  1. Customer Service Responsif.

Akseleran mempunyai jalur AC khusus bagi pengguna untuk mengajukan pertanyaan atau keluhan yang dapat dihubungi melalui (021) 5091-6006 atau [email protected]

  1. Membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Fokus Akseleran akan membantu mengembangkan UKM Indonesia. Salah satu kesulitan utama UKM Indonesia adalah kurangnya kesempatan memperoleh pinjaman komersial untuk mengembangkan usahanya.

Dengan bantuan Akseleran dan teknologi keuangan berlisensi OJK lainnya, masyarakat juga dapat memberikan pinjaman kepada UKM tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

  1. Bunga tinggi dan bisa dimulai dari Rp. 100,000.

Hanya berlaku seharga Rp. 100.000 sudah banyak orang dapat mengumpulkan dana di Akseleran. Bunga tahunan yang terkumpul bisa mencapai 21%, lebih tinggi dari setoran tahunan yang hanya 5% -6%.

Sejak Oktober 2017, Akseleran telah mengalokasikan pinjaman komersial kepada ratusan UKM termasuk P2P Lending, dengan total alokasi pada Desember 2019 lebih dari Rp. 900 miliar. Di sisi lain, ribuan pemberi pinjaman telah mengembangkan dana di Akseleran dengan tingkat bunga tahunan rata-rata sekitar 19%.

 

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id