Mobile Site

Perbedaan Botol Susu Bahan PC, PP, PPSU, dan PESU

Kesehatan 367 View

 

Si kecil membutuhkan ASI dalam 6 bulan pertamnya lahir ke dunia namun terkadang Moms membutuhkan botol susu untuk menyimpan ASI yang telah dipompa karena Moms sibuk atau juga untuk mengisi susu formula. Ada standar keamanan tergantung pada bahan-bahannya seperti botol susu bahan PC, bahan PP, dll. Bahan manakah yang aman dan yang harus dihindari.

Standar keamanan tentu dibutuhkan oleh semua jenis botol susu dan tentu harus menghindari botol susu yang mudah rusak, rapuh, dan yang paling penting adalah menghindari bahan kimia yang disebut bisphenol A (BPA) yang harus dihindari untuk berbagai wadah makanan dan minuman.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa zat BPA tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah melarang penggunaan bahan kimia Bisphenol A (BPA) dalam botol plastik bayi sejak tahun 2012.

Kriteria Botol Susu yang Aman

Demi kesehatan bayi, pemilihan botol susu bayi tidak boleh sembarangan seperti produk drbrowns yang sudah pasti bagus. Juga, jangan memilihnya karena tergiur dengan harga botol susu yang murah karena ini menyangkut kesehatan bayi. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Moms dalam memilih botol yang aman.

  1. Memilih ukuran botol susu yang mudah digenggam.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk tidak memberi botol susu kepada si kecil yang masih berusia 3-4 minggu karena dapat menyebabkan masalah menyusui seperti bingung puting.

Namun, jika nanti Anda ingin mengajari bayi Anda minum dot, Anda harus memilih ukuran botol yang sesuai dengan keadaan. Saat kecil, berikan botol kecil yang sesuai dengan genggamannya. Seiring bertambahnya usia, Moms bisa memberikan botol susu yang lebih besar.

  1. Menyesuaikan ukuran dot botol susu.

Menyesuaikan dot dan ukuran dot sesuai usia bayi dapat membantu bayi untuk menyusui apalagi sekarang ada banyak botol susu dua sisi dengan sistem aliran susu untuk bayi sehingga bisa memisahkan angin dari susu untuk mencegah kembung.

Ukuran dot botol susu yang sesuai dengan mulut bayi dapat mencegah susu bocor keluar dari mulut atau menelan banyak udara. Secara umum, pemilihan dot bayi dapat disesuaikan seperti ukuran S untuk 0 sampai 3 bulan, ukuran M untuk 3 sampai 6 bulan, dan ukuran L untuk 6 bulan ke atas.

  1. Ketahui Kode Botol yang Aman

Selain menghindari bahan yang mengandung BPA, Moms juga harus membaca dengan cermat kode berupa angka atau huruf untuk mengidentifikasi jenis plastik. Pilih botol atau wadah dari high-density polyethylene (HDPE), low-density polyethylene (LDPE), polipropylene (PP) untuk penggunaan yang aman.

  1. Pilihlah Botol Susu Bebas BPA

Jika Moms ingin membeli botol susu berbahan plastik, pastikan untuk memilih yang bertanda “BPA Free”. Botol atau gelas berbahan kaca umumnya tidak mengandung BPA namun tentu akan lebih sulit digenggam si kecil apalagi bobotnya yang lebih berat dan mudah pecah. Itulah penggunaan botol plastik lebih disarankan asalkan bebas BPA.

  1. Dot botol susu tidak kaku.

Moms juga perlu memperhatikan dot botol susu. Jangan pilih yang terlalu keras dan sebaiknya pilih yang lembut sehingga lebih mirip puting susu ibu dan si kecil juga akan lebih nyaman. Pastikan juga dot botol susu hanya menyaring susu sehingga si kecil tidak kembung karena tidak sengaja meminum susu dari botol.

  1. Ganti Botol Jika Sudah Tidak Layak Pakai

Botol susu yang sudah rusak atau tidak layak pakai seperti warna yang berubah, mulai menipis, retak, dll sebaiknya segera diganti dengan yang baru yang dapat menimbulkan bahan kimia yang berbahaya.

  1. Gunakan Sabun Berbahan Lembut

Pastikan untuk memilih sabun lembut yang dapat bercampur dengan aman dengan makanan. Jangan gunakan deterjen yang kuat seperti sabun cuci piring pada umumnya.

  1. Hangatkan Botol dengan Cara yang Benar

Untuk menghangatkan botol, disarankan untuk merendamnya dalam air hangat atau menggunakan alat khusus untuk memanaskan botol susu. Hindari memanaskan susu langsung menggunakan gas atau microwave karena dapat merusak kandungan ASI.

Bahaya BPA Pada Botol Susu Bayi

Dalam beberapa penelitian, penggunaan BPA dipercaya dapat meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kanker, masalah infertilitas, gangguan metabolisme, pubertas dini, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan ketidakseimbangan hormon.

Namun, efek ini hanya diamati pada hewan percobaan. Belum jelas bagaimana BPA bisa mempengaruhi kesehatan manusia. Penting untuk diketahui bahwa BPA dalam kemasan plastik tidak hanya untuk botol susu bayi namun juga produk-produk lainnya seperti kacamata, kotak makan siang, dan mainan, mungkin juga mengandung BPA. Bahan kimia BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui barang-barang tersebut.

Jumlah BPA yang dicampur akan tergantung pada jenis barang yang diproduksi dan suhu sterilisasi botol karena suhu yang terlalu tinggi juga dapat menjadi penyebab zat BPA yang keluar dari produk tersebut. Agar lebih aman memang untuk barang tempat makanan dan minuman terbebas dari BPA.

Bahan Botol Susu Dari PC

Plastik adalah bahan terbaik untuk membuat botol susu karena tidak mudah pecah dan ringan. Plastik mudah dibentuk dan ringan. Bahan plastik botol susu asli adalah PC (polycarbonate). Bahan PC memiliki ikatan plastik yang dengan mudah melepaskan molekul BPA (bisphenol A) yang berbahaya bagi anak-anak sehingga bahan PC sebaiknya dihindari.

Bahan Botol Susu Dari PP

Setelah itu, ada bahan PP (polypropylene), bahan berkualitas tinggi yang tidak mengandung BPA yang lebih sering digunakan untuk membuat botol susu bayi. Botol PP atau polypropylene umumnya bebas BPA, berwarna terang dan jenis plastik dapat digunakan hingga 110°C.

Namun, seringnya mencuci dan mensterilkan dapat menyebabkan perubahan warna seiring waktu sehingga pada umumnya Moms sebaiknya mengganti botol PP jenis ini setiap 3 hingga 6 bulan sekali.gshgha

Bahan Botol Susu Dari PPSU

Botol PPSU atau Polyphenylsulfone merupakan jenis botol bebas BPA yang aman untuk bayi. Namun, warna botolnya sedikit lebih terang atau kuning. PPSU ini agak kaku dan dapat mencapai suhu tertinggi hingga 180°C.

Selain itu, botol susu PPSU dapat digunakan selama satu hingga dua tahun meskipun Moms sering menggunakan, mencuci dan mensterilkan botol susu. Botol susu PPSU tidak akan mudah berubah warna seperti botol PP.

Bahan Botol Susu Dari PESU

Polyphenylsulfone (PESU) juga merupakan pilihan bahan untuk botol susu bayi yang lebih disukai untuk orang tua. PESU tahan panas hingga 190°C, tahan gores dan bebas BPA. Botol PESU memiliki ciri-ciri sebagai berikut warna kuning buram seperti madu, dengan bahan yang sangat kuat sehingga lebih tahan terhadap panas dan goresan. Tentu saja untuk harganya lebih tinggi dibandingkan bahan lainnya

Setelah memahami perbedaan botol susu bahan PC, PP, PPSU, dan PESU, tentu memang lebih disarankan unuk menggunakan bahan PESU. Dr. Brown’s PESU Options Wide Neck Bottle dilengkapi dengan Niple Venting System dan Intenal Vent System, medical grade silicone nipple, bentuk botol wide neck, dan aliran susu yang alami seperti saat si kecil minum ASI dari payudara Moms. Jika anda ingin produk botol susu dengan kualitas terbaik cek saja di drbrown.id.

 

 

Loading...
@ Copyright 2016 - 2018 Kabarmaya.co.id