Home Info Kesehatan Waspada Bayi Membiru Saat Menangis, Kemungkinan Kelainan Jantung

Waspada Bayi Membiru Saat Menangis, Kemungkinan Kelainan Jantung

2542
0

Waspada-Bayi-Membiru-Saat-Menangis-Kemungkinan-Kelainan -Jantung

Kabarmaya.com – Penyakit jantung tidak saja diderita oleh orang dewasa karena pola hidup yang kurang sehat. Penyakit jantung bisa saja menyerang bayi yang biasanya berupa kelainan jantung bawaan dari lahir. Waspadailah hal tersebut supaya penanganan tidak terlambat.

Orang tua perlu mengetahui bagaimana ciri-ciri kelainanan jantung bawaan yang terjadi pada bayi. Hal tersebut biasanya ditandai saat bayi menangis sampai tubuhnya berwarna kebiruan. Warna biru yang timbul di tubuh bayi menandakan bahwa ada sesuatu yang salah pada kesehatan jantung bayi.

Pada bayi yang memiliki jantung normal akan terlihat kemerahan saat menangis, namun berbeda dengan bayi dengan kelainan jantung bawaan mereka akan berubah menjadi pucat dan berwarna biru saat menangis. Bahkan warna biru dapat terlihat jelas pada bibir, lidah, dan juga kuku bayi.

Maizul Anwar selaku Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardio Vaskuler mengatakan bahwa bagian tubuh bayi yang kemudian berwarna biru adalah bercampurnya darah bersih dan darah kotor yang terjadi akibat struktur jantung bayi yang tidak sempurna. Biasanya kelainan tersebut berupa sekat bilik ataupun serambi jantung yang berlubarng.

“Darah yang tidak teroksigenisasi masuk ke aorta sehingga dibawa ke seluruh tubuh, jadi darah kotor bercampur dengan darah bersih. Banyak darah kotor yang masuk ke darah sistemik” jelas Dr.MAizul.

Warna biru yang terjadi pada saat bayi menangis menandakan kurangnya oksigen yang terbawa dalam darah yang kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Salah satu penyakit jantung bawaan yang menimbulkan gejala biru ini, yaitu Tetralogi Fallot.

“Pengobatannya bisa serambinya  ditutup. Pembuluh darah paru-paru dilebarkan,” kata Dr.Maizul singkat.

Bayi dengan kelainan jantung bawaan biasanya akan memiliki berat badan yang cenderung menurun setiap waktunya. Hal ini disebabkan oleh konsumsi ASI pada ibu yang kurang, karena bayi dengan penyakit tersebut akan mudah lelah ketika meminum asi dari payudara sang ibu.

Loading...